SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyambut baik pelaksanaan pameran waralaba dalam ajang Info Franchise & Business Concept Expo 2026 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang diikuti 120 brand waralaba tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan UMKM lokal dan memperluas lapangan kerja di Provinsi Banten.
Dimyati mengatakan, pameran waralaba menjadi peluang bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha pemula, untuk memulai bisnis dengan sistem yang relatif lebih aman.
“Ini sangat bagus bagi masyarakat kecil yang ingin memulai usaha, apalagi yang sudah memiliki tempat. Sistem waralaba ini risikonya relatif kecil karena ada bimbingan dan pendampingan,” ujar Dimyati saat meninjau lokasi pameran.
Menurutnya, model usaha waralaba berpotensi melahirkan banyak UMKM baru di Banten. Selain didukung sistem manajemen yang sudah teruji, produk yang ditawarkan juga umumnya telah dikenal luas oleh masyarakat sehingga memudahkan pemasaran.
“Rata-rata produk yang dijual sudah familier di masyarakat, sehingga pelaku usaha baru tidak terlalu khawatir dalam menjualnya,” katanya.
Baca Juga: Gubernur Andra Soni Sebut UMKM Jadi Penggerak Perekonomian Masyarakat
Dalam kesempatan itu, Dimyati juga mengunjungi sejumlah gerai dan mencicipi beberapa produk yang dipamerkan. Ia menegaskan, Banten merupakan daerah yang aman dan strategis untuk berinvestasi maupun mengembangkan usaha karena posisinya sebagai penyangga pusat perekonomian nasional.
“Kami optimistis dengan geliat sektor usaha yang semakin tinggi, pertumbuhan ekonomi Banten pada 2026 akan meningkat. UMKM semakin maju dan angka pengangguran bisa ditekan,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan pameran dan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan investor perlu terus diperkuat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan rasio kewirausahaan nasional.
Pemerintah, kata dia, menargetkan rasio kewirausahaan masyarakat pada 2026 mencapai 12 persen. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan perluasan akses dan kesempatan usaha bagi masyarakat.
“Franchise menjadi salah satu cara efektif bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, tetapi masih khawatir gagal.
Dengan sistem yang sudah berjalan, risikonya bisa lebih terukur,” ujar Dyah.
Ia berharap ajang tersebut dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mempertemukan calon mitra usaha dengan pemilik merek, sehingga tercipta lebih banyak wirausaha baru dan lapangan pekerjaan di berbagai daerah. (made)
























