SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Inter Milan musti hati-hati saat dijamu Bodo/Glimt dalam leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025-2026 di Aspmyra Stadion, Kamis (19/2/2026) pukul 03.00 WIB. Klub asal Norwegia ini bisa menjadi batu sandungan Nerrazurri untuk melangkah ke fase knouckout Liga Champions musim ini.
Bodo/Glimt sendiri kembali melampaui ekspektasi di Eropa. Sementara itu, Inter Milan datang dengan status pemuncak klasemen Serie A.
Rekam jejak pertemuan kedua tim memang minim. Mereka sejauh ini baru pernah bertemu di Piala Winners 1978/1979, ketika Inter menang agregat 7-1 lewat dua kemenangan kandang dan tandang.
Bodo/Glimt tampil impresif pada fase liga musim ini. Dua kemenangan besar atas Manchester City dan Atletico Madrid menjadi tiket mereka menembus 24 besar.
Keberhasilan itu menegaskan sentuhan tangan dingin Kjetil Knutsen. Pelatih yang kini banyak diburu klub besar tersebut kembali membawa timnya bersaing dengan raksasa Eropa.
Inter juga datang dengan modal positif. Kemenangan 3-2 atas Juventus di Derby d’Italia akhir pekan lalu mengangkat kepercayaan diri pasukan Cristian Chivu.
Dalam sebulan terakhir, performa Inter di laga besar mulai stabil. Mereka juga menang di markas Borussia Dortmund, sinyal bahwa Nerazzurri semakin matang menjelang fase gugur.
Pertemuan Bodo/Glimt vs Inter juga membawa nuansa sejarah karena kedua tim jarang berjumpa di level kontinental. Data performa kandang, rekor pertemuan, dan tren terbaru menjadi faktor yang membuat laga ini sulit diprediksi.
Pertemuan sebelumnya hanya terjadi pada ajang Piala Winners 1978/79 dengan kemenangan agregat telak 7-1 untuk Inter. Alessandro Altobelli mencetak tiga gol dalam rangkaian laga tersebut.
Sejak era itu, kedua klub berkembang di jalur berbeda hingga kembali bertemu di panggung Liga Champions. Namun, perbedaan konteks zaman membuat catatan lama tidak bisa menjadi patokan mutlak.
Bodo/Glimt tercatat memenangi 11 dari 16 laga kandang Eropa terakhir dengan torehan produktif. Mereka juga mencetak dua gol atau lebih dalam enam dari delapan pertandingan fase liga musim ini.
Kemenangan 3-1 atas Manchester City dan 2-1 di markas Atletico Madrid menunjukkan kapasitas mereka menghadapi tim besar. Namun, kekalahan 2-3 dari
Juventus memperlihatkan bahwa ketahanan lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah.
Inter melangkah ke babak play-off setelah finis peringkat ke-10 dengan 15 poin. Tim asal Italia ini memutus tren tiga kekalahan beruntun lewat kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund pada matchday terakhir.
Inter tidak terkalahkan dalam tujuh leg pertama fase gugur terakhir mereka dengan enam kemenangan dan satu imbang. Mereka juga hanya sekali kalah dalam 11 laga tandang fase gugur terbaru di kompetisi Eropa.
Bodo/Glimt menjadi klub Norwegia pertama sejak Rosenborg 1996/97 yang menembus fase gugur Liga Champions. Mereka juga telah tampil di fase knockout Eropa selama lima musim berturut-turut dengan catatan enam kemenangan dari delapan duel dua leg terakhir.
Inter mempunyai rekor positif melawan klub Norwegia dengan tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Statistik tersebut memberi keuntungan psikologis, tetapi tekanan publik Aspmyra Stadion berpotensi mengubah alur permainan.
Pertarungan Bodo/Glimt vs Inter pada leg pertama ini diperkirakan berlangsung ketat dengan pendekatan taktis yang berbeda. Namun, efektivitas serangan tuan rumah dan pengalaman Inter di fase gugur akan menjadi kunci penentu hasil akhir. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
BODO/GLIMT (4-3-3): Haikin; Sjovold, Gundersen, Bjortuft, Bjorkan; Evjen, Berg, Fet; Blomberg, Hogh, Hauge
Pelatih: Kjetil Knutsen
INTER MILAN (3-5-2): Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Henrique, Barella, Calhanoglu, Zielinski, Dimarco; Martinez, Esposito
Pelatih: Cristian Chivu