SATELITNEWS.COM, TANGERANG—AC Milan kalah 0-1 saat menjamu Parma dalam lanjutan Serie A. Hasil itu membuat Milan tertinggal 10 poin dari Inter Milan di klasemen Liga Italia.
Duel Milan vs Parma di pekan ke-26 Serie A digelar di San Siro, Senin (23/2/2026) dini hari WIB. Tuan rumah mencoba kembali ke jalur kemenangan usai imbang 1-1 dengan Como di laga sebelumnya.
Namun, Milan justru kalah setelah Mariano Troilo mencetak satu-satunya gol untuk Parma pada babak kedua. Meski sempat dianulir wasit, gol tersebut kemudian disahkan setelah pengecekan VAR.
Hasil ini jadi kekalahan pertama Milan setelah 24 pertandingan di Serie A. Pasukan Massimiliano Allegri itu masih tertahan di peringkat kedua klasemen Liga Italia dengan 54 poin, tertinggal 10 angka dari Inter Milan yang ada di puncak. Sementara bagi Parma, ini jadi kemenangan yang ketiga secara beruntun di Serie A. Gialloblu kini mengumpulkan 32 poin di peringkat ke-12.
“Kami jelas tidak senang. Parma main bagus banget dan bolanya buat kami tidak mau masuk malam ini,” ujar asisten pelatih Milan Marco Landucci kepada Sky Sport Italia.
“Kami maunya dapat tiga poin, jadi tentu saja kami kecewa, tapi kami akan jalan lagi mulai Selasa.”
Dalam laga ini, Milan sudah harus melakukan pergantian pemain pada menit ke-11 menyusul cedera yang dialami oleh Ruben Loftus-Cheek. Landucci menyebut Milan tidak dinaungi keberuntungan.
“Saya kira Serie A adalah liga yang paling sulit di dunia, karena sangat seimbang, dan setiap pertandingan ada ancaman tersembunyi,” ucap Landucci.
“Ada pertandingan yang tidak berjalan sesuai harapan Anda. Hari ini, Gabbia cedera saat pemanasan dan kami terpaksa melakukan perubahan di detik terakhir, kemudian Loftus-Cheek terluka di awal pertandingan dan mengalami benturan yang cukup keras. Ini malam yang sedikit apes,” katanya.
Rossoneri menempati peringkat dua dengan 54 poin, tertinggal 10 poin dari rival sekotanya itu. Sedangkan kompetisi tinggal menyisakan 12 pertandingan. “Kami tidak senang… Parma memang memainkan pertandingan yang bagus. Hari ini bolanya enggak mau masuk ke gawang,” sungut asisten pelatih Milan Marco Landucci kepada Sky.
“Kami tidak seharusnya fokus pada tim-tim lain, melainkan pada penampilan kami sendiri, dengan memetik sebanyak mungkin poin. Kami harus fokus pada tujuan kami, yaitu kembali ke Liga Champions.”
AC Milan menderita hanya kekalahan keduanya di Serie A 2025/2026. Satu-satunya kekalahan lain Il Diavolo Rosso adalah ketika dipermalukan Cremonese 1-2 di pekan pertama. “Kami harus memikirkan tentang kembali pada Hari Selasa. Kami kecewa karena kami menginginkan tiga poin: kami sudah memiliki begitu banyak hasil positif, tapi sekarang kami mulai lagi,” ucap Landucci.
Selain kekalahan, Milan juga harus mendapat kabar buruk terkait Loftus-Cheek. Gelandang asal Inggris itu mendapat cedera parah usai benturan dengan kiper Parma Edoardo Corvi, saat coba menyambut umpan silang Alexis Saelemaekers. Laga sempat terhenti lama karena Loftus-Cheek mendapat pertolongan pertama di lapangan.
Loftus-Cheek sampai harus menggunakan penyangga leher saat ditandu keluar lapangan. Ada darah mengucur di wajah Loftus-Cheek yang mengisyaratkan ada tulang atau gigi yang patah.
Loftus-Cheek dalam kondisi sadar langsung dilarikan ke rumah sakit utnuk mendapat tindakan. Belum diketahui seberapa parah cedera Loftus-Cheek, tapi diperkirakan bakal menepi untuk waktu lama.
Menurut laporan jurnalis Sky Italia, Loftus-Cheek mengalami patah tulang alveolar, bagian dari tulang rahang atas dan bawah, yang menyangga gigi.
Ini tentu jadi kerugian untuk Milan yang lagi mengejar Inter dalam perebutan Scudetto di sisa 12 pekan. Loftus-Cheek bikin tiga gol dan satu assist dari 27 laga. (dm)