SATELITNEWS.COM, SERANG – Program kerja Banten Bagus, menjadi salah satu kegiatan populis dan prioritas Pemprov Banten selama kepemimpinan Andra Soni dan Achmad Dimyati Natakusumah.
Hal itu, sebagai upaya mengatasi kesenjangan atau disparitas infrastruktur antara Banten Utara dan Banten Selatan, seperti yang selama ini terjadi. Tujuan akhirnya, sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten, Arif Agus Rakhman mengatakan, Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) merupakan turunan dari program prioritas Banten Bagus, yang fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur dasar perdesaan.
Program itu dirancang, untuk meningkatkan konektivitas, akses ekonomi, dan optimalisasi layanan publik. Program prioritas Bang Andra yang membangun jalan perdesaan bukan sekadar narasi simbolik.
Kebijakan pembangunan tersebut dirancang berbasis data, kebutuhan masyarakat serta upaya agar program dapat berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa.
“Bang Andra direncanakan dan dilaksanakan melalui APBD dengan indikator capaian yang jelas. Fokus pemerintah adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat desa,” katanya.
Baca Juga: Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini
“Program bangun jalan desa sejahtera telah selaras dengan Asta Cita ke enam Bapak Presiden yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” sambungnya.
Arif menerangkan, pada tahun anggaran 2025, Pemprov Banten telah membangun 62 infrastruktur jalan desa. Terdiri atas 61 ruas jalan desa dan satu unit jembatan, dengan total panjang mencapai 67,87 kilometer. Pembangunan tersebut menyasar desa-desa yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi dan logistik.
“Komitmen itu dilanjutkan pada APBD 2026. Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp167,4 miliar untuk pembangunan 46,71 kilometer infrastruktur desa di berbagai wilayah kabupaten dan kota,” ujarnya.
Arif menerangkan, keberlanjutan program Bang Andra menunjukkan Pemprov Banten fokus dalam peningkatan dan pemerataan infrastruktur di wilayah perdesaan.
Penghargaan dipandang sebagai bentuk apresiasi eksternal. Sementara tolok ukur keberhasilan pemerintah tetap pada hasil pembangunan yang dirasakan dan berdampak langsung pada masyarakat.
“Ukuran keberhasilan program Bang Andra pada berkurangnya keterisolasian desa dan meningkatnya aktivitas ekonomi warga,” tegasnya.
Baca Juga: Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker
Arif menambahkan, di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah, pembangunan jalan desa ditempatkan sebagai fondasi dasar pemerataan pembangunan wilayah. Ini semata untuk mendukung distribusi hasil pertanian, UMKM desa, serta mobilitas masyarakat.
Pemerintah Provinsi Banten juga menegaskan, terbuka terhadap saran dan masukan publik agar program pembangunan berjalan atas kebutuhan masyarakat.
“Evaluasi terhadap program pembangunan terus dilakukan secara objektif, dengan merujuk pada data capaian fisik, perencanaan anggaran, serta dampak sosial-ekonomi di lapangan,” tuturnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan menambahkan, program Bang Andra untuk tahun 2026 masih menjadi prioritas Pemprov Banten. Program itu masih memprioritaskan pembangunan di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.
“Iya, Bang Andra masih berjalan dan tahun ini juga sudah dialokasikan anggran Rp167 miliar lebih. Separuh lebih anggarannya akan digunakan untuk membangun jalan di Pandeglang dan Lebak,” imbuhnya. (adib)
























