SATELITNEWS.COM, SERANG – Momen Ramadan, dimanfaat Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, untuk mendengar langsung keluhan dari masyarakat.
Melalui kegiatan Safari Ramadan, keduanya berbagi tugas untuk mendatangi masyarakat secara langsung, serta memberikan bantuan kepada yang berhak.
Selain itu, masyarakat juga secara terbuka menyampaikan aspirasi atau keluhan yang mereka rasakan.
Gubernur Banten Andra Soni, memulai kegiatan tersebut di Kabupaten Pandeglang dan memberikan total bantuan sosial sebesar Rp233 juta.
Bantuan itu untuk membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan warga miskin, bantuan sosial, anak yatim, dan lainnya.
Sedangkan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memulai kegiatan diwilayah Kabupaten Serang. Dilokasi ini, Dimyati juga menyalurkan bantuan dari Pemprov Banten senilai Rp233 juta kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
Gubernur Andra Soni mengatakan, kegiatan Safari Ramadan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Kegiatan itu, kata dia, bukan seremonial, melainkan bentuk upaya pemerintah memperkuat hubungan dengan masyarakat. Sekaligus untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
“Pembangunan tetap berjalan, namun silaturahmi harus terus ditingkatkan. Masyarakat perlu mengetahui apa yang sudah, sedang, dan akan kami kerjakan,” katanya.
Andra berjanji, Pemprov Banten terus berupaya memastikan program pembangunan terlaksana dengan baik memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Meskipun, kata dia, proses pembangunan membutuhkan waktu dan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan fiskal.
“Ikhtiar pemerintah, baik pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, juga pemerintah provinsi, maupun kabupaten dan kota, seluruhnya diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, bantuan sebesar Rp 233 juta sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan. Seperti untuk membeli tongkat ketiak, serta bantuan pendidikan insidental tingkat SLTA kepada 15 siswa masing-masing sebesar Rp 1,2 juta.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Ratusan Hektare Sawah di Banten Gagal Panen
Ada juga bantuan untuk 10 guru madrasah, guru ngaji, dan marbot masjid masing-masing sebesar Rp500 ribu, serta bantuan tunai mustahik dari dana zakat fitrah kepada 300 orang masing-masing Rp100 ribu.
Bantuan lainnya berupa bantuan dana renovasi Rumah Layak Huni dari BAZNAS kepada dua penerima masing-masing sebesar Rp25 juta, sepuluh orang pemandi jenazah masing-masing Rp500 ribu.
“Ada juga bantuan sarana dan prasarana kepada dua lembaga pendidikan keagamaan masing-masing Rp10 juta, bantuan sarana dan prasarana kepada dua masjid atau musala masing-masing Rp10 juta, serta bantuan pengadaan air bersih kepada lima lokasi masing-masing sebesar Rp15 juta,” pungkasnya.
Dimyati juga mengajak kepada masyarakat, agar bisa mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kebaikan, serta memaknai bulan puasa sebagai momentum untuk menjauhkan diri dari sifat iri, hasut, dan dengki, serta memperbanyak amal saleh.
“Jauhkan diri dari sifat iri, hasut, dan dengki. Pada bulan Ramadan, majelis-majelis keilmuan harus lebih ditingkatkan,” tandasnya.
Dimyati mengatakan, bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk lebih mendalami ilmu pengetahuan, teknologi, serta ilmu keagamaan sebagai bekal meningkatkan kualitas diri.
Oleh karena, Ramadan merupakan bulan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membela kaum yang lemah, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat kepekaan terhadap kondisi warga di lingkungan terdekat.
“Jangan sampai ada masyarakat yang sakit tidak terobati. Jangan ada yang meninggal karena kelaparan. Pemerintah harus hadir membela kaum duafa,” imbuhnya. (adib)
























