SATELITNEWS.COM, LEBAK – Sebanyak 351 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lebak tercatat bekerja di 16 negara sepanjang 2025. Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, pemerintah daerah memastikan belum ada laporan PMI terdampak, sementara seluruh jemaah umrah resmi telah kembali dengan selamat.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak, Rully Chaerulliyanto, mengatakan dari 16 negara tersebut, sebagian PMI asal Lebak bekerja di kawasan Timur Tengah.
“Sejauh ini kami belum menerima informasi adanya PMI asal Lebak yang terdampak konflik. Kami masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat dan terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi mereka,” ujar Rully, kepada SatelitNews.Com melalui sambungan teleponnya, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, Disnaker terus menjalin komunikasi dengan kementerian terkait guna memperoleh perkembangan terbaru mengenai situasi PMI, khususnya yang berada di wilayah Timur Tengah.
Sementara, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Halimatussadiah, memastikan seluruh jemaah umrah asal Lebak yang diberangkatkan melalui lima Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) resmi telah kembali ke Indonesia dalam kondisi aman.
Kepastian tersebut disampaikan menyusul dinamika situasi kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penyesuaian sejumlah penerbangan menuju dan dari Arab Saudi.
“Alhamdulillah, untuk Kabupaten Lebak, seluruh jemaah umrah dari lima KBIHU resmi yang terdaftar sudah kembali ke Tanah Air. Terakhir, jemaah KBIHU Mirpad tiba di Indonesia pada 27 Februari 2026,” kata Halimatussadiah.
Meski jalur resmi dinyatakan aman dan terkendali, pihaknya mengungkap adanya jemaah asal Lebak yang berangkat melalui skema travel konsorsium. Dalam skema tersebut, jemaah dihimpun dari Lebak, namun proses pemberangkatan dilakukan dari luar daerah sehingga tidak tercatat dalam sistem pelaporan kantor kementerian di tingkat kabupaten.
“Mereka berangkat melalui konsorsium dari masing-masing travel dan tidak melaporkan keberangkatan kepada kami. Jadi itu berada di luar tanggung jawab dan pengetahuan kami,” tegasnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan dari keluarga PMI maupun jemaah umrah asal Lebak terkait kondisi darurat atau kehilangan kontak akibat situasi konflik di kawasan tersebut.
Meski hingga kini kondisi warga Lebak di luar negeri terpantau aman, pemerintah daerah mengingatkan bahwa keberangkatan melalui jalur resmi menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan, pendataan, dan perlindungan di tengah dinamika situasi global. Kepatuhan terhadap prosedur resmi juga dinilai penting agar koordinasi dan langkah cepat dapat dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.(mulyana)