SATELITNEWS.COM, ACEH—Artis cantik Cinta Laura, bagikan momen saat dirinya terjun langsung untuk membantu para korban bencana di Aceh. Lewat yayasannya, Act of Love Foundation, Cinta meninjau dan menyalurkan bantuan ke para penyintas korban bencana alam.
Bagi Cinta, kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia mengaku, hatinya terenyuh melihat kondisi para penyintas.
“Yang paling menyedihkan buat aku saat melihat sekolah sementara yang hanya berupa tenda. Tanpa listrik, tanpa furnitur, hanya papan tulis,” ujar Cinta di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.
Dalam kunjungannya bersama aktris Luna Maya, Cinta menceritakan, banyak penyintas masih bertahan di tenda-tenda darurat.
Satu tenda digunakan secara multifungsi sebagai tempat tidur, dapur, sekaligus ruang belajar anak-anak. Kondisi sanitasi pun memprihatinkan. Satu kamar mandi di satu dusun dipakai puluhan keluarga.
“Baru hujan sedikit saja, lumpur langsung masuk ke tenda,” tuturnya.
Menurut Cinta, meski akhir tahun lalu dana puluhan miliar rupiah telah digalang berbagai pihak, angka tersebut belum mencukupi kebutuhan nyata di lapangan. Proses rehabilitasi untuk membantu korban bencana di Aceh diperkirakan membutuhkan dana hingga triliunan rupiah dan waktu bertahun-tahun.
“Tidak cukup. Kita tidak boleh berhenti membantu mereka,” tegasnya.
Saat ini, Act of Love Foundation membuka penggalangan dana hingga Juni 2026. Dana tersebut akan difokuskan pada rehabilitasi desa-desa terdampak. Termasuk perbaikan fasilitas pendidikan dan ruang publik.
Tak hanya soal pemulihan warga, Cinta juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pasca bencana. Ia menyempatkan diri mendatangi habitat satwa liar untuk melihat kondisi gajah di Aceh.
Menurutnya, manusia tidak hidup sendirian di bumi. Kerusakan ekosistem justru memperparah dampak bencana.
“Kita hidup berdampingan dengan satwa liar. Kalau ekosistem tidak seimbang, semuanya terdampak,” ingatnya.
Lewat media sosial, Cinta juga meluruskan anggapan keliru tentang gajah yang sering dianggap perusak. Ia menegaskan, gajah justru berperan penting menjaga hutan tetap hidup dengan menyebarkan biji pohon dan membuka jalur alami.
“Kalau gajah hilang, hutan rusak. Kalau hutan rusak, banjir makin parah dan manusia yang kena dampaknya,” tulisnya.
Bagi pelantun Oh Baby itu, melindungi satwa sama artinya dengan melindungi manusia. Alam akan menjaga manusia jika manusia lebih dulu menjaga alam. Lewat aksi nyata ini, Cinta berharap semakin banyak figur publik memanfaatkan platform media sosial untuk menyuarakan kepedulian. Bukan sekadar hiburan.
Ia ingin semangat gotong royong tak berhenti di momen viral semata. Bencana boleh berlalu dari pemberitaan, namun perjuangan pemulihan masih panjang. (rm.id)