SATELITNEWS.COM, LEBAK–Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Lebak pada tahun 2025 tercatat berada di angka 72,54 dan masih berada pada kategori sedang. Nilai tersebut merupakan hasil pengukuran dari tiga indikator utama, yakni kualitas air, kualitas udara, dan kualitas lahan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak, Irvan Suyatupika mengatakan, capaian nilai IKLH tersebut dihitung dari Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), serta Indeks Kualitas Lahan (IKL). “Nilai IKA Lebak mencapai 77,17 dari target 75,05, kemudian nilai IKL sebesar 67,46 dari target 66,37. Sementara nilai IKU berada di angka 70,99 yang artinya belum mencapai target yakni 76,91,” kata Irvan, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus berupaya meningkatkan nilai IKLH melalui berbagai langkah pengendalian terhadap kualitas air, udara, serta peningkatan tutupan lahan. Ia menjelaskan, untuk meningkatkan nilai IKA, pihaknya memfokuskan pada pengendalian pencemaran air yang sebagian besar bersumber dari limbah domestik rumah tangga. “Tiga komponen ini, yakni IKA, IKU dan IKL terus kita perkuat. Misalnya peningkatan kualitas air dengan memfokuskan pada pengendalian pencemaran yang didominasi limbah domestik,” ujarnya.
Selain itu, seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, DLH Lebak juga akan memperluas pelaksanaan uji emisi kendaraan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas udara. Sementara untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lahan (IKL), Pemkab Lebak melanjutkan program pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH), termasuk menambah tanaman keras serta menjaga keberlanjutan pengelolaan kawasan hijau.
Terpisah pegiat lingkungan di Kabupaten Lebak, Hadi Muntoha menilai upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup perlu dilakukan secara konsisten, terutama dalam pengawasan terhadap potensi pencemaran sungai serta menjaga tutupan lahan. “Capaian IKLH Kabupaten Lebak yang masih berada pada kategori sedang menjadi catatan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pengendalian pencemaran, khususnya pada sektor udara dan pengelolaan limbah domestik,” ujarnya.
Menurut Hadi, pengelolaan limbah domestik rumah tangga serta meningkatnya jumlah kendaraan bermotor menjadi tantangan yang harus diantisipasi agar kualitas lingkungan hidup tidak mengalami penurunan. Dengan berbagai langkah yang dilakukan tersebut, Pemkab Lebak berharap kualitas lingkungan hidup di daerah itu terus membaik. Peningkatan pengendalian pencemaran air, udara, serta perluasan ruang terbuka hijau diharapkan mampu mendorong kenaikan nilai IKLH Lebak pada tahun-tahun mendatang.(mulyana)