SATELITNEWS.COM, SERANG – Jajaran Polda Banten bersama Korem 064/Maulana Yusuf, serta Pemerintah Daerah, mengerahkan sebanyak 3.972 personel gabungan, untuk mengamankan arus mudik lebaran 2026, yang tergabung dalam operasi ketupat maung 2026.
Ribuan personil itu disebar kedalam 57 pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur pengamanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki seusai apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Maung 2026 di Mapolda Banten, Kamis (12/3/2026). Seusai Apel, Kapolda Banten bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto melakukan pemusnahan 7.471 botol minuman keras, hasil operasi penyakit masyarakat selama bulan Ramadan di wilayah hukum Polda Banten.
Pemusnahan itu dilakukan, sebagai upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat selama bulan suci Ramadan, hingga perayaan Idulfitri.
Hengki mengatakan, 57 pos itu terdiri dari 39 pos pengamanan, 10 pos pelayanan, enam pos terpadu, serta dua pos penanggulangan bencana.
“Pos-pos tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Banten, antara lain Kabupaten Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kabupaten Tangerang,” tambahnya.
Selain pengamanan jalur darat, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah pelabuhan yang menjadi titik penting arus mudik, seperti Pelabuhan Ciwandan, Krakatau Bandar Samudera, serta Bandar Bakau Jaya Bojonegara.
“Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan, bagi masyarakat yang mudik. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat dititipkan di kantor Polsek, Polres, maupun Polda, agar lebih aman selama ditinggal,” ujar Hengki.
Ia juga menambahkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan call center 110 yang aktif selama 24 jam untuk melaporkan gangguan keamanan atau meminta bantuan kepolisian.
“Operasi Ketupat Maung 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga instansi terkait lainnya,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menambahkan, Pemprov Banten mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026, dengan menyiapkan sejumlah personel dan sarana pendukung.
Pemprov Banten menurunkan 221 petugas kesehatan, 186 petugas Dinas Perhubungan, serta 180 personel Satuan Polisi Pamong Praja, untuk membantu pengamanan dan pelayanan kepada pemudik.
“Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan posko pemantauan serta 13 pos pengaturan lalu lintas guna membantu kelancaran mobilitas kendaraan selama masa mudik,” ujarnya.
Menurut Andra Soni, arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mulai meningkat pada 13 hingga 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 hingga 28 Maret 2026.
“Kita ingin masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan nyaman. Sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita dan kembali ke tempat aktivitasnya dengan selamat,” tukasnya.
“Di balik setiap perjalanan mudik yang aman dan lancar, ada pengabdian para petugas yang bekerja penuh tanggung jawab. Terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan waktu serta tenaga demi memastikan keselamatan masyarakat,” tandas Andra.
Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Setiap personel yang terlibat dalam operasi ini memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” imbuhnya. (luthfi)