SATELITNEWS,COM, TANGERANG—AC Milan menerima pukulan keras dalam usahanya mengejar Capolista Inter Milan. Milan dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah Lazio dengan skor tipis 1-0.
Duel Lazio vs Milan digelar di Stadion Olimpico pada Senin (16/3/2026) dinihari WIB. Gustav Isaksen jadi pembeda setelah golnya di babak pertama menentukan kemenangan timnya.
Dengan kekalahan ini, Milan tetap di peringkat kedua klasemen Liga Italia usai mengoleksi 60 poin. Rossoneri terpaut delapan poin dari Inter Milan di puncak, sedangkan Lazio menempati urutann sembilan dengan 40 poin.
Dalam laga tersebut, Rafael Leao menjalani laga untuk dilupakan saat AC Milan dibekap Lazio 0-1. Penyerang asal Portugal itu justru menyedot sorotan besar atas aksinya saat ditarik ke luar lapangan.
Rafael Leao cuma bermain selama 67 menit sebelum digantikan Niclas Fullkrug. Selama beraksi, winger Milan itu gagal menciptakan dampak berarti usai cuma melepaskan satu tembakan ke arah gawang Lazio.
Dalam video rekaman pertandingan, Leao berjalan terlalu pelan menuju tepi lapangan. Kiper Milan Mike Maignan sampai harus mendorong rekan setimnya itu untuk buru-buru meninggalkan area permainan.
Drama Rafael Leao belum selesai. Pemain internasional Portugal itu menolak pelukan pelatih Massimiliano Allegri ambil mengomel menuju bangku cadangan Milan, sebelum menendang botol air minum.
Usai pertandingan, Allegri tak menyangkal bahwa Leao memang merasa jengkel dengan pergantian itu. Bagaimanapun, kekalahan ini memukul peluang AC Milan dalam persaingan Scudetto dengan Inter Milan di sisa kompetisi sekaligus gagal menjauh dari tim-tim di bawahnya.
“Leao merasa sedikit kesal karena dia punya beberapa situasi di mana dia seharusnya mendapatkan servis yang lebih baik. Jadi dia sedikit marah, tapi hal-hal semacam ini kan bisa terjadi di dalam pertandingan,” ucap Allegri.
“Semua pemain ingin menang, terutama untuk menjauh dari rival-rival di bawah kami karena Juventus hanya tujuh poin di belakang kami sekarang. Musim ini memang masih panjang, kami perlu menjaga fokus dan melakukan yang lebih baik dalam situasi-situasi di mana kami keliru di babak pertama,” lugas si allenatore kepada DAZN.
Tanpa angka dari laga ini, AC Milan mengoleksi 60 poin berjarak delapan poin dari Capolista Inter Milan di klasemen Liga Italia. Milan kini cuma selisih satu angka dari Napoli (3), enam poin dari Como (4), dan tujuh poin dari Juventus (5) dengan delapan laga sisa.
Menanggapi situasi yang kian sulit dalam perebutan gelar, Massimiliano Allegri meminta semua pihak untuk menurunkan ekspektasi dan melihat posisi tim secara objektif. Ia menegaskan bahwa fokus utama Milan saat ini bukanlah mengejar Inter, melainkan mengamankan tiket ke kompetisi Eropa. “Semua orang berbicara tentang Scudetto setelah Inter bermain imbang, tetapi Anda harus realistis,” ujar Allegri sebagaimana dikutip dari AFP.
Ia menambahkan bahwa pencapaian tim sejauh ini sudah cukup positif, namun konsistensi di sisa musim akan menjadi penentu nasib klub di masa depan. “Kami melakukan hal-hal baik musim ini dan kami harus berkonsentrasi pada tujuan kami yaitu (lolos ke) Liga Champions, jika tidak kami berisiko merusak apa yang telah kami bangun,” tegasnya. (dm)