SATELITNEWS.COM, SERANG – Ratusan ribu kendaraan yang menyebarang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera, pada arus mudik Lebaran Idulfitri 2026, belum kembali. Puncak arus balik, diprediksi bakal terjadi pada Rabu sampai Jumat (25-27/3/2026).
Informasi yang berhasil didapat, jumlah pejalan kaki yang menyebarang ke Sumatera ditahun 2026 sebanyak 1.001.046 orang atau turun 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sekria 1.034.378 orang.
Untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor, yang menyebarang ditahun 2206 sebanyak 98.572 unit atau naik sekira delapan persen, dibandingkan tahun 2025 yaitu sekira 91.619 unit.
Selanjutnya, untuk kendaraan roda empat, yang sudah menyebarang ditahun 2026 sebanyak 123.377 unit atau naik empat persen dibandingkan 2025 yaitu sekira 118.070 unit. Kemudian untuk bus, ditahun 2026 ada sebanyak 6.863 unit yang sudah menyebrang, sedangkan ditahun 2025 sebanyak 6.493 atau naik enam persen.
Selanjutnya untuk truk golongan V, VI, VII, VIII, dan IX yang sudah menyebrang ditahun 2026 sebanyak 28.394 unit, jumlah itu lebih banyak dibanding tahun 2025 yaitu sebanyak 24.187 unit atau naik 17 persen.
Sedangkan untuk kendaraan roda empat campuran, yang sudah menyebrang ditahun 2026 sebanyak 158.634 unit, jumlah itu lebih banyak dibandingkan tahun 2025 yaitu sekira 148.750 unit atau naik tujuh persen.
Baca Juga: Tim Ditreskrimsus Polda Banten Gagalkan Upaya Penyelundupan 150 Ribu Ekor BBL
Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang sudah menyebrang ditahun 2206 sebanyak 257.206 unit, jumlah itu lebih banyak dibandingkan tahun 2025 sekira 240.369 unit atau naik tujuh persen.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hengki mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan pengamanan arus balik dan keamanan disemua lokasi wisata di Banten. Kata dia, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi akhir pekan tepatnya sejak tanggal 27 sampai 28 Maret mendatang.
“Kita fokus melakukan pengamanan arus balik di Banten, karena kemungkinan puncak arus balik akan terjadi akhir pekan nanti,” tandasnya.
Dia mengatakan, untuk mencegah adanya kemacetan, pihaknya sudah melakukan beberapa skenario. Selain itu, dia juga mengingatkan kepada masyarakat yang akan kembali, agar bisa memanfaatkan momen Work From Anywhere (WFA) untuk kembali.
“Kepada masyarakat agar tidak hanya fokus pada tanggal 24, karena dengan diberlakukannya Work From Anywhere, masyarakat dapat memilih alternatif tanggal lain seperti 25, 26, maupun 27 Maret,” pungkasnya.
“Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan arus balik. Silakan masyarakat memanfaatkan pilihan tanggal tersebut,” timpalnya.
Baca Juga: Empat Pelaku Pencurian Rokok dan Tabung Gas Diamankan Ke Mapolda Banten
Hengki menerangkan, selain pengamanan arus balik dari Sumatera melalui Pelabuhan Merak sejak H+1 Lebaran, pihaknya juga fokus pengamanan arus wisata di kawasan Anyer hingga Cinangka, Pandeglang hingga Carita, serta Sawarna di Lebak.
“Secara umum, meskipun terjadi kepadatan, arus wisata tetap berjalan lancar dengan penerapan rekayasa lalu lintas berupa one way pendek dan panjang, baik dari jalur JLS menuju Teneng maupun sebaliknya ke arah Jakarta,” ujarnya.
Terkait pengamanan lokasi wisata, Hengki menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiagakan petugas dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) melalui patroli, serta personel Binmas yang memberikan himbauan Kamtibmas.
“Kepada para orang tua yang membawa putra-putrinya agar melakukan pengawasan secara ketat, terutama saat berenang. Masyarakat juga diminta mengikuti petunjuk dari pengelola wisata, khususnya terkait batas aman berenang, agar tidak menjadi korban,” tuturnya.
Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pihaknya telah menempatkan personel di sejumlah titik di jalur wisata, serta pelabuhan penyeberangan.
“Dalam menghadapi arus balik Lebaran, kami telah menyiapkan personel dengan menempatkannya di kawasan wisata dan pelabuhan. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” tukasnya.
Selain itu, Polda Banten juga mendirikan beberapa pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di jalur utama arus balik.
“Ada empat posko, yaitu Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, Pos Terpadu dan Posko SAR. Kami siapkan posko SAR di tempat-tempat yang bakal dikunjungi oleh masyarakat,” imbuhnya. (adib)
























