SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Warga Kampung Grendeng Pulo, RW 09, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, menggelar halalbihalal yang dipadukan dengan Festival Cap Go Meh, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga larut malam hari itu menghadirkan beragam aktivitas dan melibatkan masyarakat lintas usia serta latar belakang.
Perayaan ini diisi dengan bazar UMKM, perlombaan, hingga pentas seni budaya yang menampilkan ragam kesenian. Antusiasme warga terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati lokasi acara sepanjang hari.
Ketua Pelaksana, Dina Limardi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dua tradisi yang memiliki nilai serupa, yakni sebagai ajang silaturahmi. Ia menyebut penggabungan dilakukan karena perayaan Cap Go Meh sebelumnya bertepatan dengan bulan Ramadan. “Kegiatan hari ini adalah kolaborasi antara Cap Go Meh dengan Halalbihalal Lebaran, jadi kita gabungkan setelah Lebaran satu minggu,” ujar Dina.
Ia menjelaskan, terdapat 33 stan bazar UMKM yang meramaikan kegiatan tersebut, serta tujuh jenis perlombaan yang diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia. “Ada bazar UMKM, lomba-lomba dari anak sampai lansia, dan pentas seni dari sore sampai malam dengan berbagai kesenian yang dicampur,” katanya.
Menurut Dina, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk menampilkan keberagaman budaya dalam satu wadah kebersamaan. “Kegiatan utamanya menampilkan keragaman yang kita punya, karena Halalbihalal dan Cap Go Meh sama-sama tradisi silaturahmi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa telah beberapa kali digelar meski sempat terhenti. Ke depan, pihaknya berharap acara ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. “Harapannya kegiatan ini berjalan lancar, bermanfaat bagi UMKM, dan membuat kita semakin menyatu dalam keberagaman,” tuturnya.
Baca Juga: Warga Lopang Indah Serang Pererat Persatuan di Tengah Keberagaman
Lurah Gerendeng, Agus Warsito, menyatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif warga yang mendapat dukungan dari pihak kelurahan. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah penting dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. “Program ini merupakan inisiasi warga, dan kami mendukung penuh karena ini menjadi wadah penyatuan budaya,” kata Agus.
Ia menambahkan, pihak kelurahan turut mendampingi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, termasuk berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kegiatan berjalan lancar. “Kami mensupport dari awal perencanaan, berkoordinasi dengan dinas terkait, dan membantu sesuai kebutuhan panitia,” ujarnya. Menurut Agus, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM yang terlibat dalam bazar.
“Dampaknya signifikan bagi UMKM karena bisa meningkatkan penghasilan dan menggerakkan ekonomi kembali,” jelasnya, Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, turut hadir dan menyampaikan bahwa kekuatan Kota Tangerang terletak pada kebersamaan masyarakatnya.
Ia menilai, perpaduan antara perayaan Cap Go Meh dan Halalbihalal menjadi simbol nyata dari keberagaman yang telah lama menjadi bagian dari identitas kota. “Perayaan Cap Go Meh ini bukan sekadar penutup rangkaian Tahun Baru Imlek, tetapi juga simbol keberagaman yang telah menjadi bagian dari identitas Kota Tangerang sejak lama. Kota ini adalah rumah besar bagi kita semua,” ujar Sachrudin.
Ia menegaskan, kedua momentum tersebut memiliki nilai yang sama, yakni mempererat persaudaraan, saling memaafkan, serta menumbuhkan harapan baru. “Dua momentum ini mengajarkan kita tentang kebersamaan dan harapan. Baik Idulfitri maupun Cap Go Meh sama-sama membawa pesan kebaikan, saling menghormati, dan optimisme untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Sachrudin juga mengajak masyarakat untuk terus membangun kota dari lingkungan terkecil, dimulai dari keluarga hingga komunitas. “Membangun bangsa itu tidak langsung dari hal besar, tapi dimulai dari diri kita, keluarga kita, dan lingkungan kita. Dari kampung seperti ini, dari kebersamaan seperti ini, kita bisa memberi dampak besar,” ujarnya.
Baca Juga: Apel Perdana, Pemkot Tangerang Gelar Halalbihalal
Ia menambahkan, keberagaman yang dimiliki Kota Tangerang merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, akulturasi budaya yang telah berlangsung lama menjadi bukti bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan pemersatu. “Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk saling melengkapi. Inilah yang menjadikan Kota Tangerang tetap harmonis, aman, dan nyaman bagi semua,” ucapnya.
Pemerintah Kota Tangerang, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan budaya yang memperkuat toleransi sekaligus mendorong potensi wisata daerah dengan melibatkan generasi muda. “Melalui halalbihalal kita saling memaafkan, melalui Cap Go Meh kita merayakan harapan dan kebahagiaan. Mari kita jaga kebersamaan ini sebagai energi untuk terus membangun Kota Tangerang yang kita cintai,” pungkasnya. (ari)
























