SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menyiapkan langkah konkret dalam mendukung kebijakan efisiensi energi nasional. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penerapan sistem kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni Work From Anywhere (WFA) atau Work From Home (WFH) selama satu hari dalam enam hari kerja.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti arahan Presiden terkait efisiensi energi. Meski demikian, ia mengakui bahwa hingga saat ini petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat masih belum diterima.
“Mengenai efisiensi walaupun belum ada petunjuk teknisnya, libur dari 6 hari kerja ini katanya mau diliburkan satu hari saya belum menerima petunjuk teknisnya. Skemanya seperti itu kira kira satu hari WFH-WFA,” ujarnya saat ditemui, Senin (30/3/2026).
Sembari menunggu kejelasan kebijakan tersebut, Benyamin menekankan pentingnya langkah efisiensi yang bisa segera dilakukan di lingkungan perkantoran. Ia meminta seluruh pegawai untuk lebih bijak dalam penggunaan sumber daya seperti listrik, air, dan gas agar tidak terjadi pemborosan.
“Tetapi sebelum sampai titik itu saya minta teman teman di kantor itu listrik, air, gas, dan lain sebagainya diperhatikan betul supaya tidak terjadi pemborosan,” ucapnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Tangsel juga akan mengevaluasi kegiatan perjalanan dinas dalam waktu dekat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penghematan bahan bakar minyak (BBM), sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran daerah.
Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit
“Perjalanan dinas juga akan saya evaluasi dalam waktu kedepan untuk mengefisiensikan bahan bakar minyak,” sebutnya.
Menurut Benyamin, langkah antisipatif ini tidak hanya didorong oleh potensi kenaikan harga minyak global, tetapi juga sebagai bentuk kesiapan jika terjadi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat di masa mendatang.
“Yang saya antisipasi bukan soal lonjakan harga minyaknya, tetapi kalau suatu saat terjadi pengurangan terhadap dana transfer daerah ini sudah bisa kita antisipasi dari sisi pelaksanaan kegiatan apa yang harus diefisiensi,” jelasnya.
Sebagai informasi, di tingkat nasional, pemerintah memang tengah memfinalisasi kebijakan efisiensi energi yang lebih luas. Selain mendorong penerapan WFH satu hari per minggu bagi ASN dan sektor swasta, pemerintah juga mempertimbangkan pembatasan penggunaan BBM untuk kendaraan dinas.
Kebijakan ini ditargetkan mampu menekan konsumsi BBM nasional hingga 20 persen, sekaligus menghasilkan penghematan anggaran yang signifikan di tengah dinamika harga energi global. (eko)
























