SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Arus perpindahan penduduk pasca Lebaran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih tergolong stabil dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tangsel, Dwi Suryani.
“Yang mengurus data terakhir yang terupdate per tanggal kemarin Senin (30/3/2026) kemarin untuk pindah datang yang ngurus ke kami 68,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (30/3).
Sementara itu, pada periode yang sama terdapat 49 warga yang mengurus pindah keluar. Menurut Dwi, fenomena ini merupakan hal yang lumrah terjadi setelah Lebaran, terutama di wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Tangsel.
“Mobilitas di Tangsel memang tinggi. Ada yang pindah karena pekerjaan, alih tugas, atau alasan lainnya. Jadi antara jumlah yang masuk dan keluar relatif berimbang, sehingga pertumbuhan penduduk tidak terlalu signifikan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa data yang ada saat ini masih bersifat sementara, mengingat periode pasca Lebaran masih berlangsung dan angka perpindahan penduduk masih dapat berubah.
“Kalau di Tangsel itu tidak begitu signifikan karena penduduk sementara non permanen, jadi belum tentu mereka itu akan menetap disini, mungkin dia akan cari kerja atau apa gitu kan tapi nanti juga kan belum tentu,” sebutnya.
Dwi menjelaskan bahwa pendataan pendatang baru dilakukan melalui mekanisme pelaporan di tingkat RT dan RW, yang kemudian terintegrasi dengan sistem milik pemerintah pusat. Para pendatang non-permanen diwajibkan mengisi data melalui aplikasi Sistem Informasi Penduduk Non Permanen (Sipermen).
“Itu merupakan aplikasi dari kementerian. jadi untuk seluruh Dukcapil itu untuk pendatang itu menggunakan aplikasi sipermen. Untuk di Tangsel itu melalui rumah Dukcapil gitu,” paparnya. (eko)