SATELITNEWS.COM, TANGERANG— Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Tangerang pada Minggu (5/4/2026) siang. Genangan terjadi di Kecamatan Ciledug, Karang Tengah, hingga Cipondoh akibat hujan dengan intensitas cukup lama yang mengguyur wilayah hulu, khususnya Tangerang Selatan, dalam dua hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan wilayah terdampak mayoritas berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Kali Angke. Peningkatan debit air dari wilayah hulu menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Area terdampak berada di sekitar DAS Kali Angke. Hujan yang terjadi di wilayah Tangsel dalam dua hari terakhir cukup lama setiap harinya, sehingga berdampak pada genangan di wilayah Ciledug dan Karang Tengah,” ujar Mahdiar kepada SatelitNews.Com.
Di Kecamatan Ciledug dan Karang Tengah, genangan dilaporkan masih terjadi di beberapa titik. Meski sebagian lokasi mulai menunjukkan tanda-tanda surut. BPBD Kota Tangerang melalui UPT Ciledug terus melakukan penyedotan air untuk mempercepat penanganan.
Petugas melakukan penyedotan di antaranya di RT 02/RW 02, Kelurahan Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 40 sentimeter. Penyedotan juga dilakukan di RT 02/RW 01 di kelurahan yang sama. Mahdiar menyebut hingga saat ini belum ada permintaan evakuasi dalam jumlah besar dari wilayah tersebut. Sebagian warga memilih bertahan di rumah dan hanya meminta bantuan penyedotan.
“Belum ada permintaan evakuasi. Beberapa warga hanya meminta penyedotan air. Saat ini kondisi di sejumlah titik sudah mulai berangsur surut,” katanya. Namun kondisi berbeda terjadi di wilayah Cipondoh, tepatnya di kawasan Candulan, Kelurahan Petir. Di lokasi ini, genangan masih cukup tinggi dengan titik terdalam mencapai sekitar 1 meter.
Baca Juga: Ikut Orang Tua Hadir di Hajatan, Jari Balita di Ciledug Tersangkut Seng
Data lapangan dari UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kota Tangerang wilayah Batu Ceper serta Pos Benda/Belendung mencatat adanya warga yang terdampak cukup signifikan hingga harus mengungsi. Di lokasi pengungsian Rumah Pemotongan Hewan (RPH), tercatat sebanyak 40 kepala keluarga (KK) atau sekitar 80 jiwa mengungsi. Mereka terdiri dari 60 orang dewasa dan 20 anak-anak.
Sementara, di Musholla Al Maarif, terdapat 20 KK atau sekitar 40 jiwa yang juga mengungsi, dengan rincian 30 orang dewasa dan 10 anak-anak. Petugas menyebut sebagian warga lainnya masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Ada pula yang mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat atau tetangga yang memiliki bangunan lebih tinggi. Banjir di wilayah tersebut sebelumnya mencapai ketinggian hingga 120 sentimeter. Namun, berdasarkan laporan terbaru, air telah mengalami penyusutan sekitar 30 sentimeter, meski masih menggenangi permukiman.
Penanganan di lokasi dilakukan oleh enam personel BPBD dengan dukungan satu unit perahu dan empat dayung. Perahu tersebut digunakan untuk membantu mobilisasi warga, terutama di kawasan terdampak di Jalan KH Ahmad Dahlan, RT 02/RW 06, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh. Selain evakuasi, petugas juga melakukan pemantauan serta distribusi bantuan secara bertahap sesuai kebutuhan warga di lapangan.
Sedangkan kondisi pintu air Ciledug Indah terpantau masih dalam status aman. Pada Minggu pagi, tinggi muka air tercatat berada di angka 3 meter 25 sentimeter. “Pintu air Ciledug Indah berada di 3,25 meter. Kondisinya masih aman dan terkendali. Mudah-mudahan kondisi ini terus stabil dan air bisa segera surut,” ujar Mahdiar.
BPBD Kota Tangerang memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif di wilayah-wilayah rawan banjir, khususnya yang berada di sepanjang aliran Kali Angke. Warga juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama jika curah hujan kembali tinggi di wilayah hulu. Selain itu, masyarakat diminta segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi maupun penanganan darurat lainnya. (ari)




























