SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Winarno mengatakan, pihaknya masih memiliki waktu hingga bulan Juli mendatang, untuk memperbaiki tata kelola persampahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang.
Katanya, kebutuhan anggarannya di tahun ini sudah disiapkan, hanya saja masih menunggu perubahan anggaran berjalan. Karena, ada beberapa prosedur yang harus ditempuh.
Menurutnya, DLH secara bertahap selama ini sudah berupaya untuk merubah sistem tata kelola persampahan dari open dumping ke controlled landfill.
Sejujurnya tegas Winarno, masih ada beberapa kendala teknis di lapangan, selain keterbatasan anggaran yang dialokasikan.
“Kendalanya lebih kepada kebutuhan sarana prasarana (Sarpras) pendukung seperti, jumlah armada angkutan sampah, jumlah alat berat untuk melakukan pengurugan di lokasi TPA, serta beberapa kendala teknis lainnya,” kata Winarno, Kamis (9/4/2026).
Armada angkutan sampah yang ada saat ini, ujar Winarno, totalnya 48 unit terdiri dari truk besar, truk angkel dan mobil carry losbak.
Baca Juga: Optimalisasi Operasional TPA Bangkonol Pandeglang Terhambat Anggaran
Semua armada itu, dimaksimalkan untuk melayani pengangkutan sampah di 24 kecamatan dari 35 kecamatan Se-Kabupaten Pandeglang.
“Idealnya, armada sampah ditambah 15 unit lagi. Satu unit ada 3 orang, sopir 1 dibantu 2 kenek,” ujarnya.
Ditegaskannya, sejak kerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pandeglang Berkah Maju (PBM) diputus, secara otomatis juga mengurangi fasilitas yang ada di TPA Bangkonol.
“Alat berat yang tadinya ada 5, sekarang tersisa 2 yaitu 1 alat berat pengerukan tanah, 1 lagi alat berat untuk mendorong sampah,” tukasnya.
Pengurugan sampah dengan sistem controlled landfill, yang seharusnya 3 kali sehari. Juga terkendala, paling bisa dioptimalkan 2 kali sehari.
Kedepan, pihaknya akan mengintensifkan koordinasi dengan para pihak terkait, untuk meningkatkan tata kelola persampahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) satu – satunya yang sementara ini beroperasi di Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: Sampaikan 3 Tuntutan, Masyarakat Terdampak Blokade TPA Bangkonol Pandeglang
“Kami juga coba melakukan pendekatan lagi secara massif, dengan masyarakat sekitar yang merupakan masyarakat terdampak TPA tersebut,” tuturnya.
Ia juga mengklaim, selama ini pihaknya dibantu oleh armada Damkar untuk melakukan penyemprotan menggunakan cairan enzim, agar dampak bau sampah bisa dikurangi.
“Mohon dukungannya, semoga kedepannya tata kelola TPA Bangkonol terus lebih baik, dan mendapat penilaian yang lebih baik pula dari kementerian,” imbuhnya. (mardiana)
























