SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Dari luas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, di Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, secara keseluruhan mencapai 9 hektar lebih. Yang terpakai secara produktif, baru sekira 5 hektar. Artinya, masih ada kelebihan lahan sekira 4 hektar yang belum termanfaatkan secara maksimal.
Informasi yang dihimpun, setiap hari ada sekitar 48 unit armada sampah yang beroperasi keluar masuk ke TPA Bangkonol tersebut. Dengan volume sampah, yang sampai ke TPA Bangkonol sekitar 60 – 80 Ton per hari.
Kasubag UPT TPA Bangkonol, Hara Saepullah menyatakan, pihaknya berupaya mengoptimalkan sarana prasarana (sarpras) yang ada, baik armada, pengolahan sampah nya, alat berat, serta kebutuhan pendukung lainnya di TPA Bangkonol.
Katanya, reaksi warga terdampak yang dilakukan selama ini, termasuk pada Kamis (16/4/2026) pagi, itu sah – sah saja dan dianggapnya sebagai bentuk kepedulian warga terhadap pembenahan yang harus segera dilakukan di TPA Bangkonol.
“Kami memaklumi reaksi warga, dan kami berterima kasih. Itu artinya, warga sekitar peduli dengan penataan TPA Bangkonol agar lebih baik lagi,” kata Hara, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk alat berat, merupakan salah satu kebutuhan pokok operasional di TPA Bangkonol.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
Karena anggaran yang sudah dialokasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga kini belum dapat diserap.
“Saya juga tidak begitu paham persoalannya, kenapa anggaran untuk operasional TPA Bangkonol belum dapat dicairkan,” kilahnya.
Dirinya juga justru berharap, secepatnya ada kabar baik dari pimpinannya di DLH Kabupaten Pandeglang, terkait realisasi anggaran operasional TPA Bangkonol, yang mana di dalamnya adalah anggaran untuk pembelian BBM alat berat.
Terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Winarno mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran operasional TPA Bangkonol tahun 2026.
“Informasi yang kami terima, realisasinya menunggu pergeseran anggaran atau perubahan anggaran,” ungkapnya.
Winarno juga berjanji, akan terus mengawal dan mengawasi proses pencarian serta realisasi anggaran operasional TPA Bangkonol tersebut. Karena ia mengklaim, kebutuhannya sangat mendesak.
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
Tampak di lokasi depan gerbang TPA Bangkonol, sejumlah warga terdampak TPA Bangkonol, menyerahkan bantuan BBM untuk mendukung operasional alat berat di TPA setempat.
Beberapa jirigen BBM, diserahkan kepada pengurus UPT atau dalam hal ini diterima Plt Kepala UPT TPA Bangkonol, Hara Saepullah.
Setelah penyerahan BBM itu, warga terdampak TPA Bangkonol yang sebelumnya memblokade portal dan gerbang TPA Bangkonol, membubarkan diri perlahan dan tertib.
Sehingga, armada pengangkut sampah yang awalnya tidak bisa masuk ke TPA, akhirnya dapat kembali masuk dan membuang sampah ke TPA Bangkonol. (mardiana)
























