SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Perbaikan tebing longsor di Kampung Maruga RT 03/08, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya mulai dilakukan. Proyek ini menjadi langkah awal penanganan setelah longsor sempat mengkhawatirkan warga sekitar.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada, Minggu (12/4/2026), sekitar delapan pekerja dikerahkan untuk memperbaiki dinding penahan tanah yang berada di area dengan kondisi cukup curam. Para pekerja membagi tugas demi menjaga efektivitas sekaligus keselamatan selama proses pengerjaan.
Dua pekerja ditempatkan di bagian atas tebing untuk membelah batu serta mengaduk semen. Sementara itu, pekerja lainnya berada di bagian tengah hingga bawah untuk memasang batu kali sebagai material utama dinding penahan.
Kondisi medan yang berupa gundukan tanah vertikal dengan ketinggian mencapai sekitar tujuh meter membuat para pekerja harus ekstra hati-hati. Risiko longsor susulan masih menjadi perhatian selama proses perbaikan berlangsung.
Salah satu pekerja di lokasi, Ecep mengatakan bahwa pekerjaan baru berjalan selama dua hari. Pada tahap awal, tim fokus membuang material tanah yang dinilai tidak stabil sebelum memulai penyusunan struktur baru.
“Baru dua hari. Kemarin kita buang dulu tanah yang tidak stabil, sekarang mulai pasang batu,” ujar saat ditemui di lokasi.
Baca Juga: Wali Kota Tangsel Evaluasi PJJ Satu Hari, Abu Vulkanik Masih Terdeteksi
Sementara itu, Humas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangerang Selatan, Kemal Fauzi menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah menurunkan alat berat sebagai bentuk tanggap darurat untuk membersihkan material longsor.
“Waktu kita menurunkan alat berat itu bantuan sebagai tanggap darurat untuk membersihkan material,” katanya.
Walaupun begitu, Kemal menekankan bahwa pihaknya hanya melakukan penanganan awal. Sementara, untuk pembangunan di area lingkungan permukiman, penanganan selanjutnya menjadi tanggung jawab dinas terkait lainnya.
“Untuk di perumahan lingkungan menjadi tugasnya Dinas Perkimta,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Maruga, Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih diliputi rasa cemas menyusul longsor yang terjadi hampir sepekan. Hingga Rabu (8/4/2026) lalu, lokasi kejadian belum mendapatkan penanganan sehingga memicu kekhawatiran akan longsor susulan.
Iwan (36), salah satu warga Kampung Ciater mengungkapkan bahwa kondisi di lokasi tidak menunjukkan perubahan signifikan sejak kejadian longsor. Akses jalan yang terdampak longsor masih ditutup, sementara pengamanan dinilai sangat minim.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 7 September 2026, Lokasi dan Jadwalnya
“Sudah hampir seminggu tidak ada perubahan, ini jalan juga masih ditutup. Warga ingin lewat juga takut, terutama malam kalau tidak ada penghalang untuk menjaga semacam portal. Orang main jalan saja pakai peta digital tidak waspada bisa nyemplung dia ke bawah,” ujarnya, Rabu (8/4).
Ia menambahkan, hingga saat ini belum terlihat adanya tindakan konkret dari dinas terkait selain pembersihan material longsor. Menurutnya, tebing yang longsor lebih dari tiga meter itu juga belum mendapatkan penanganan lanjutan seperti pemasangan terpal untuk mencegah pergerakan tanah.
“Masyarakat sudah coba termasuk RT. Warga sudah telpon, komplain namun tidak ada tindakan lagi,” katanya.
Kondisi ini membuat warga semakin resah, terutama saat hujan turun. Iwan mengaku keluarganya merasa tidak aman, bahkan kesulitan beristirahat karena khawatir terjadi longsor susulan.
“Istri anak juga was-was kalau belum ada tindakan bisa bahaya terutama anak anak, tidur juga tidak nyaman,” sebutnya.
Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Tangerang Selatan, Alex Prabu menyatakan bahwa kondisi tersebut sangat darurat dan membutuhkan penanganan segera. Hal itu diucapkan setelah mendatangi lokasi, Rabu sore.
“Ini sangat berbahaya dan urgent. Saya sudah berkoordinasi dengan pihak PU agar segera dilakukan perbaikan. Minimal tebing harus diterpal agar tidak terjadi longsor susulan saat hujan,” tegasnya.
Ia juga mendesak dinas terkait untuk menjadikan penanganan longsor di Serua sebagai prioritas utama demi keselamatan warga. Jika dibiarkan, khawatir longsor susulan dapat menimpa masyarakat yang berada di bawah.
“Saya minta dinas segera, ini prioritas, takutnya ada korban jiwa,” pungkasnya. (eko)
























