SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang memastikan kesiapan infrastruktur digital untuk mendukung pelaksanaan pra-Sistem Penerimaan Murid Baru (Pra-SPMB) 2026 yang akan berlangsung hingga 8 Juli 2026. Salah satunya adalah menjamin kestabilan peladen (server).
Kepala Diskominfo, Mugiya Wardhany, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menjamin kelancaran proses, terutama menghadapi potensi lonjakan akses dari masyarakat.
“Sejak awal pelaksanaan pra-SPMB, kami telah menyiapkan server tersendiri yang didukung dengan sumber daya optimal. Kami juga melakukan berbagai pengujian melalui sejumlah skenario untuk memastikan kekuatan dan stabilitas server dalam menghadapi lonjakan akses,” ujar Mugiya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, penggunaan peladen khusus tersebut ditujukan untuk menopang kebutuhan akses bagi ratusan ribu orang tua calon peserta didik, baik untuk jenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Tak hanya itu, Diskominfo juga menerapkan sistem pemantauan intensif selama 24 jam penuh. Pengawasan dilakukan melalui kontrol fisik serta dashboard sistem digital untuk memastikan tidak terjadi gangguan atau penurunan layanan selama proses pra-SPMB berlangsung.
“Petugas server kami siagakan 24 jam dalam dua shift setiap hari. Ini menjadi komitmen kami untuk menjaga agar layanan tetap stabil. Jika terjadi kendala, dapat segera ditangani dengan cepat,” tegasnya. Sebagai langkah mitigasi tambahan, masyarakat yang mengalami kendala teknis dapat menghubungi layanan help desk Dinas Pendidikan. Untuk jenjang SD, layanan tersedia di nomor 0877-4852-8302, sedangkan untuk SMP di nomor 0877-4852-8303.
Selain itu, warga juga dapat menyampaikan aduan melalui LAKSA sebagai kanal pengaduan layanan publik non-kegawatdaruratan. Dengan sejumlah langkah tersebut, Diskominfo berharap pelaksanaan pra-SPMB 2026 dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan berbasis digital. (ari)
























