Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Green Wood County Serpong Bantah Sebabkan Banjir di Terrace Serpong

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 14 Apr 2026 21:50 WIB
Rubrik Kota Tangsel, Metro Tangerang
Serpong Terrace Pertama Kali Kebanjiran, Diduga Akibat Proyek Tak Berizin

Perumahan Serpong Terrace kebanjiran tahun ini. (EKO SETIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ahmad Dohiri memastikan telah melakukan pemanggilan terhadap pengembang proyek properti Green Wood County Serpong, pada Kamis (9/4). Pemanggilan itu terkait persoalan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dohiri menjelaskan, pemanggilan tersebut dilakukan dalam rangka klarifikasi terkait dokumen perizinan, khususnya menyusul terjadinya banjir beberapa waktu lalu. Dari hasil pemeriksaan sementara, proses perizinan proyek tersebut masih berjalan dan telah mengantongi sejumlah rekomendasi teknis.

“Jadi dia kan dipanggil itu kan dalam konteks klarifikasi surat-surat perizinannya, terkait dengan kondisi kemarin menimbulkan banjir di sekitar. Dari aspek perizinan sih memang dia dalam proses PPG, sudah ada rekom-rekom sudah ada,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/4).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihak pengembang tengah melakukan perubahan pada sistem pembuangan air (drainase). Hal ini dilakukan karena saluran lama dinilai tidak lagi memadai untuk menampung dan mengalirkan debit air ke titik pembuangan.

“Terkait dengan peil banjir dia melakukan perubahan, karena memang peil banjir yang lama itu tidak memungkinkan untuk aliran saluran air dibuang ke situ, sehingga dia mengajukan baru,” ucapnya.

Perubahan tersebut berdampak pada belum selesainya kajian teknis terkait pengendalian banjir. Akibatnya, pengembang belum dapat mengambil langkah maksimal dalam pengamanan jalur aliran air.

Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit

“Ini sedang mengajukan baru, makanya belum ada dari kajian peil banjir, sehingga mereka tidak bisa melakukan tindakan-tindakan pengamanan keluar jalur airnya,” lanjutnya.

Dohiri menyampaikan, berdasarkan data yang disampaikan pengembang, banjir yang terjadi bukan semata akibat pembangunan Green Wood County Serpong. Persoalan utama justru terletak pada ketidakseimbangan antara infrastruktur di sekitar.

BeritaTerbaru

Pabrik Plastik Terbakar di Balaraja, Warga Panik

Pabrik Plastik Terbakar di Balaraja, Warga Panik

Senin, 7 Sep 2026 08:22 WIB
Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Senin, 7 Sep 2026 08:13 WIB
Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya

SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 7 September 2026, Lokasi dan Jadwalnya

Senin, 7 Sep 2026 08:06 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

Senin, 7 Sep 2026 08:00 WIB

“Tapi karena memang saluran air besar 3 meter, dengan Terrace Serpong itu nyatu kan? Besar itu 3 meter, sedangkan pembuangan keluarnya itu punya BSD. Nah ini yang harus dibicarakan antara 3 pengembang itu,” jelasnya.

“Tidak bisa diselesaikan Green Wood saja atau Perumahan Terrace Serpong saja. Jadi memang harus bertiga dirembuk. Karena ini terkendalanya satu-satunya saluran air yang bisa dibuang dari 2 komplek komersial perumahan itu adalah ke saluran yang punya BSD,” imbuhnya.

Dohiri menegaskan, dari aspek perijinan, pihak pengembang memang belum mengantongi PBG dikarenakan masih mengurus sudut elevasi air akan diarahkan kemana.

“Sebenarnya kalau untuk langkah-langkah yang lain dia sudah melakukan cuma kan belum sesuai dengan peil banjir,” ungkapnya.

Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Sabtu 5 September 2026, Cek di Sini Jadwalnya

Walaupun begitu, Dohiri mengaku belum memutuskan apakah proyek dapat berjalan sembari menunggu proses izin selesai. Bahkan, pihak pengembang meminta untuk tetap diperbolehkan untuk membangun kantor marketing perumahan tersebut.

“Itu kan sifatnya kan gak permanent. Dia cuma setahun katanya kan untuk tempat mungkin marketing aja. Tapi saya masih koordinasi dengan tim DCKTR dengan DPTSP apakah boleh tanpa izin PBG misalnya mendirikan marketing kan sifatnya sementara kan nanti dibongkar,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa banjir yang baru pertama kali terjadi di Perumahan Serpong Terrace, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memicu keresahan warga. Banjir setinggi sekitar 40 sentimeter itu diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembangunan yang belum mengantongi izin resmi yang berada tidak jauh dari perusahaan tersebut.

Romli, petugas keamanan Perumahan Serpong Terrace mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa meskipun hujan deras kerap terjadi, wilayah tersebut tidak pernah mengalami banjir separah ini.

“Air meluap sampai sekitar 40 sentimeter, ini baru pertama kali terjadi. Dulu walaupun hujan deras, tidak sampai seperti ini. Sekarang ada pembangunan baru di dekat sini, dampaknya terasa sekali,” ujar Romli saat ditemui, Selasa (7/4).

Menurutnya, sebelumnya kawasan tersebut memiliki sistem drainase yang cukup baik, termasuk sodetan air di sekitar taman bunga yang mampu mengalirkan air dengan lancar. Namun sejak adanya proyek pembangunan baru, kondisi tersebut berubah drastis.

“Dulu kita punya sodetan dekat taman bunga, itu aman. Sekarang sejak ada pembangunan, malah jadi banjir. Warga juga tidak menyangka,” tambahnya. (eko)

Tags: banjirsatpol ppsatpol pp tangseltangsel
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kota Tangerang

Turidi Imbau Warga Tangerang Waspada Abu Vulkanik

Minggu, 6 Sep 2026 20:54 WIB
DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK
Kota Tangerang

DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

Minggu, 6 Sep 2026 19:54 WIB
Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak
Headline

Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Minggu, 6 Sep 2026 16:05 WIB
Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029
Kota Tangerang

Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Minggu, 6 Sep 2026 15:50 WIB
Abu Anak Krakatau, Warga Kota Tangerang Diminta Waspada
Headline

Abu Gunung Anak Krakatau, Warga Kota Tangerang Diminta Waspada

Minggu, 6 Sep 2026 15:12 WIB
Headline

Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit

Minggu, 6 Sep 2026 15:02 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB
Venue Porprov VII Banten Masih Belum Memadai

Venue Porprov VII Banten Masih Belum Memadai

Kamis, 3 Sep 2026 13:31 WIB
BERSALAMAN : Empat tersangka dan korban pengeroyokan serta penculikan, bersalaman di Mapolda Banten, setelah bersepakat melakukan Restorative Justice. (ISTIMEWA)

Kasus Pengeroyokan dan Penculikan Aktivis di Lebak Berakhir Damai

Selasa, 1 Sep 2026 17:14 WIB
Bansos 14 Ribu KPM Lebak Disetop, Terindikasi Judol

Bansos 14 Ribu KPM Lebak Disetop, Terindikasi Judol

Selasa, 1 Sep 2026 18:40 WIB
BERSIHKAN ABU -- Seorang warga di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, sedang membersihkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)

Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata

Minggu, 6 Sep 2026 20:10 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.