SATELITNEWS.COM, SERANG – Masyarakat Kampung Sadea RT/RW 011/005, Desa Buyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, kini bernafas lega. Karena, akses transportasi mereka akan segera dimudahkan.
Hal itu, seiring dengan mulai dibangunnya jembatan di kampung tersebut, dan telah dilakukan peletakan batu pertama atau Ground Breaking.
Diketahui, kondisi jembatan tersebut saat ini dalam kondisi memprihatinkan, karena hanya menggunakan bambu. Jembatan tersebut, sudah ada dipergunakan sejak zaman Belanda dan belum pernah mendapatkan perbaikan.
Jembatan tersebut, sempat mengalami kerusakan pada tahun 2025 lalu karena terbawa aliran sungai Cibeureum yang meluap akibat intensitas hujan yang tinggi. Kejadian menyulitkan aktivitas warga setempat, karena menjadi akses utama masyarakat.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hengki mengatakan, jembatan tersebut memiliki makna penting dan strategis, mengingat Kampung Sadea, Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, merupakan wilayah yang terpisah oleh sungai.
Sehingga, akses masyarakat selama ini sangat terbatas dan menjadi satu-satunya jalur penghubung antar kampung.
Baca Juga: Polda Banten Siapkan Pos Antemortem Dalam Pencarian Wartawan Hilang Kontak
“Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada percepatan konektivitas wilayah, peningkatan keselamatan, serta kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” katanya, Rabu (15/4/2026).
Hengki mengatakan, pembangunan jembatan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi strategis bagi masa depan masyarakat.
Oleh karena, setelah selesai dibangun bisa dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat, mulai dari akses menuju sekolah dan lainnya.
“Pembangunan ini adalah investasi bagi anak-anak kita, agar mereka dapat mengakses pendidikan dengan lebih aman, mudah, dan layak. Ini juga merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan solusi atas kebutuhan dasar, khususnya aksesibilitas, keselamatan, dan peningkatan kesejahteraan,” paparnya.
Hengki mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat Polri Presisi, yaitu prediktif, responsif, serta transparansi berkeadilan. Pembangunan jembatan tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik.
“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai problem solver bagi masyarakat. Saya mengapresiasi jajaran Polres Serang dan seluruh pihak yang telah berinisiatif serta berkolaborasi dalam merencanakan pembangunan ini,” ujarnya.
Baca Juga: Ziarah Ke Makam Pahlawan, Kapolda Banten: Berikan Pengabdian Terbaik
Hengki berharap, pembangunan tersebut menjadi awal dari harapan baru bagi masyarakat serta mengajak seluruh pihak untuk turut mengawal proses pembangunan.
“Groundbreaking ini menjadi simbol dimulainya harapan baru bagi masyarakat. Untuk itu, saya mengajak seluruh pihak agar bersama-sama mengawal pembangunan ini hingga selesai, serta menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun demi kepentingan bersama,” tutupnya.
Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andri Kurniawan mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat, disamping menangani perkara hukum.
“Pembangunan jembatan ini adalah bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan fasilitas yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial,” kata Kapolres.
Dia menerangkan, pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sebesar Rp260 juta dengan lebar 1,2 meter dan panjang 26 meter. Dana pembangunan jembatan tersebut sepenuhnya bersumber dari dana Coorporate Social Responsibility (CSR).
“Pembangunan jembatan ini dilakukan selama 70 hari, hari pertama pengerjaan ya hari ini, tanggal 15 April dan ditarget terselesaikan 23 Juni nanti,” imbuhnya. (adib)
























