SATELITNEWS.COM, SERANG – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemprov Banten, melakukan ziarah serta Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS), di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ciceri, Kota Serang, Senin (17/8/2026) dini hari.
Kegiatan yang biasa dilakukan pada malam puncak kemerdekaan Republik Indonesia itu, bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa, sekaligus menjadi momen pengingat bagi anak bangsa agar bisa mengisi kemerdekaan dan kegiatan positif.
Apel kehormatan sekaligus acara ziarah itu dipimpin Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hengki dan dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigadir Jenderal (Berigjen) TNI Daru Cahyadi Soeprapto, dan jajaran Forkopimda lainnya.
Dalam amanatnya, Kapolda Banten Irjenpol Hengki mengatakan, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang dan pengorbanan besar para pahlawan.
“Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk kembali mengingat jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara,” katanya, Senin (17/8/2026).
Hengki mengatakan, semangat perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi seluruh generasi penerus untuk terus menjaga persatuan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Baca Juga: Kapolda Banten Berganti, Irjenpol Hendra Kurniawan Gantikan Irjenpol Hengki
“Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan menjaga persatuan dan kesatuan, menciptakan keamanan dan ketertiban, serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Semangat para pahlawan harus terus hidup dalam setiap langkah pengabdian kita,” ujarnya.
Hengki mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun daerah, serta menjaga Indonesia tetap aman, damai dan maju.
“Mari kita isi kemerdekaan dengan karya, pengabdian dan kontribusi nyata. Jadikan pengorbanan para pahlawan sebagai sumber inspirasi untuk membangun Indonesia yang semakin kuat, maju dan sejahtera,” tandasnya.
Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto mengatakan, Taptu merupakan tradisi untuk mengingat kembali sejarah dan perjuangan para pendiri bangsa dalam memerdekakan Indonesia.
“Ketetapan tugas atau taptu ini adalah bagian bahwa kita mengingat kembali sejarah, apa yang sudah diperjuangkan oleh founding father kita dalam upaya memerdekakan negara kita,” ujarnya lagi.
Daru mengingatkan, perjuangan kemerdekaan tidaklah mudah. Karena itu, tradisi taptu diharapkan dapat terus dilaksanakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sebagai sarana menanamkan rasa cinta kepada bangsa dan negara serta kepedulian untuk menjaga NKRI.
Baca Juga: Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya, Hendra Kurniawan Jabat Kapolda Banten
“Ini juga untuk sebagai bagian dari kegiatan memberikan kesadaran, mengingat bahwa perjuangan kemerdekaan itu tidak mudah, dan mudah-mudahan ini juga menjadi suatu budaya yang terus bisa diikuti generasi-generasi selanjutnya untuk kita tetap bisa menanamkan rasa cinta kepada bangsa dan negara kita, kepedulian kita untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” paparnya.
Daru menambahkan, peringatan HUT Kemerdekaan melalui taptu dan pawai obor diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk menyambut hari kemerdekaan dengan penuh kesederhanaan dan rasa syukur.
“Karena dengan penanaman rasa cinta tanah air kita akan membela negara kita,” tandasnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pelaksanaan taptu dan pawai obor merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga memperlihatkan kemanunggalan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus momentum untuk merenungkan kembali makna kemerdekaan,” tukasnya.
Andra berpesan, kegiatan yang dilakukan menjadi pengingat kembali perjuangan bangsa pada masa perang kemerdekaan, termasuk long march dari Bandung Selatan hingga Yogyakarta serta perjuangan gerilya untuk mempertahankan keberlangsungan Republik Indonesia.
Mengenang jasa para pahlawan harus menjadi bagian dari upaya menjaga keutuhan NKRI. Namun, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut, dengan mengisi kemerdekaan dan mewujudkan tujuan bernegara.
“Tugas kita sekarang adalah bagaimana mengisi kemerdekaan ini dan bagaimana tujuan bernegara kita untuk masyarakat adil dan makmur bisa kita capai,” imbuhnya. (adib)




















