SATELITNEWS.COM, LEBAK – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Lebak menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026 terdapat 32 warga yang terpapar virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebak, Nining Tilawah, menyebutkan, angka tersebut menjadi sinyal kewaspadaan bagi semua pihak. Pasalnya, jika mengacu pada data tahun sebelumnya yang mencapai 126 kasus, peningkatan masih sangat mungkin terjadi.
“Awal tahun ini saja sudah ada 32 kasus. Kalau melihat pola sebelumnya, jumlahnya bisa terus bertambah sampai akhir tahun,” ujar Nining, Minggu (19/4/2026).
Ia menjelaskan, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama sel CD4, sehingga penderitanya lebih rentan terhadap berbagai penyakit infeksi. Penularannya terjadi melalui pertukaran cairan tubuh tertentu, seperti darah dan cairan reproduksi.
Menurutnya, perilaku berisiko masih menjadi faktor utama penyebaran HIV, di antaranya hubungan seksual tidak aman serta penggunaan jarum suntik yang tidak steril.
“Penularan umumnya dari hubungan seksual berisiko dan penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi,” katanya.
Dari sisi sebaran, kasus HIV lebih banyak ditemukan di wilayah perkotaan. Namun, hal itu bukan berarti daerah pedesaan bebas dari ancaman.
“Di kota lebih banyak terdeteksi karena akses layanan kesehatan lebih mudah. Tapi bukan berarti di desa tidak ada,” jelasnya.
Dinkes Lebak juga menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap penderita HIV. Masyarakat diminta tidak mengucilkan, melainkan memberikan dukungan agar pasien dapat menjalani pengobatan dengan baik.
“Jangan didiskriminasi, karena bisa jadi mereka juga korban,” tegas Nining.
Selain itu, upaya pencegahan dinilai harus dimulai dari kesadaran individu dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menghindari perilaku seksual berisiko dan menjaga kesetiaan pada pasangan.
Nining menambahkan, pada tahap awal, penderita HIV umumnya tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, ketika sudah berkembang menjadi AIDS, kondisi kesehatan akan menurun drastis dan disertai berbagai keluhan, seperti demam berkepanjangan, penurunan berat badan, hingga infeksi berat.
“Kalau sudah masuk tahap AIDS, gejalanya baru terlihat dan biasanya kondisi pasien sudah menurun,” ujarnya. Untuk itu, masyarakat yang terinfeksi diimbau segera memeriksakan diri dan menjalani terapi.
Layanan pengobatan HIV saat ini telah tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Lebak, termasuk Puskesmas dan beberapa rumah sakit rujukan.
“Pengobatan sudah tersedia, jadi jangan ragu untuk memeriksakan diri agar bisa segera ditangani,” pungkasnya.(mulyana)