SATELITNEWS.COM, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni, menginstruksikan kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN) atau anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Banten, melek teknologi. Agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih cepat, efektif dan efisien.
Menurut Andra, pengurus KORPRI Banten periode 2025-2030 harus segera menjalankan empat agenda strategis perubahan birokrasi. Program yang dibuat, harus menjadi langkah percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan serta akuntabel.
“KORPRI harus menjadi motor perubahan birokrasi. ASN Banten dituntut solid, berintegritas, adaptif terhadap digitalisasi, dan memiliki semangat pelayanan yang tinggi,” katanya, Kamis (23/4/2026).
Penasihat KORPRI Banten ini menegaskan, pengukuhan pengurus KORPRI bukan sekadar agenda seremonial. Melainkan titik awal penguatan komitmen, untuk menggerakkan organisasi profesi ASN tersebut sebagai motor utama reformasi birokrasi di Provinsi Banten.
“KORPRI harus menjadi motor perubahan birokrasi. ASN Banten dituntut solid, berintegritas, adaptif terhadap digitalisasi, dan memiliki semangat pelayanan yang tinggi,” ujarnya.
Andra mengatakan, tantangan pembangunan di Banten membutuhkan ASN yang memiliki kinerja kuat, responsif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi., karena menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Baca Juga: Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan
Oleh karena itu, empat agenda strategis yang harus segera dijalankan oleh pengurus KORPRI Banten periode 2025–2030, yakni penguatan integritas dan netralitas ASN, percepatan transformasi digital dan inovasi pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan anggota, serta penguatan soliditas organisasi.
“KORPRI harus menjaga netralitas, dan fokus pada pelayanan publik yang jujur. Transformasi digital dan peningkatan kompetensi ASN, menjadi keharusan dalam menjawab tuntutan pelayanan modern,” ujarnya lagi.
“Implementasi prinsip KORPRI SIAGA, sebagai landasan moral dan etika ASN, yang mencakup penguatan persatuan, penjagaan netralitas, peningkatan profesionalisme, serta penegakan integritas dalam pelayanan publik,” tambahnya.
Ketua Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, KORPRI harus bisa memberikan manfaat langsung kepada anggotanya melalui berbagai program strategis yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, ada beberapa program yang harus segera dilakukan, seperti KORPRI Health, KORPRI Housing, dan KORPRI Education.
“KORPRI terus didorong menjadi organisasi yang lebih mandiri, transparan, dan akuntabel dalam mengelola program-program berbasis kebutuhan anggotanya,” ungkapnya.
Baca Juga: Penguatan Literasi, Pemprov bersama ICN Banten Antisipasi Penyebaran Hoax
Ketua Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan, pihaknya berkomitmen memperkuat peran KORPRI sebagai wadah ASN yang profesional, netral, dan solid. KORPRI akan terus meningkatkan profesionalisme seluruh ASN yang tergabung, sekaligus menjaga netralitas aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Selaku wadah ASN di Provinsi Banten akan terus meningkatkan profesionalisme seluruh pegawai dan menjaga netralitas aparatur,” tuturnya.
Deden mengatakan, salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah, menjadikan KORPRI sebagai organisasi yang mampu menyatukan seluruh ASN di Banten, tanpa sekat birokrasi maupun wilayah kerja.
Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya penguatan peran KORPRI sebagai jembatan koordinasi antara ASN provinsi, kabupaten, dan kota, sehingga program dan kebijakan kepegawaian dapat berjalan lebih sinkron.
“KORPRI akan tetap berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan pelayanan publik. KORPRI harus menjadi wadah, yang menyatukan seluruh keberagaman ASN di lingkungan Pemprov Banten,” imbuhnya. (adib)
























