SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Di sudut perkampungan yang sunyi, tepatnya di Kampung Keong, Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, berdiri sebuah musala kecil yang selama ini menjadi denyut kehidupan warga.
Bukan hanya tempat bersujud, musala itu juga menjadi ruang belajar mengaji bagi anak-anak, tempat berkumpul, sekaligus penguat kebersamaan di tengah keterbatasan. Namun kini, bangunan sederhana itu perlahan kehilangan kekuatannya.
Atapnya tak lagi utuh. Sejumlah genteng runtuh, menyisakan celah yang membuat air hujan bebas jatuh ke dalam.
Dinding yang sebagian hanya terbuat dari bilik dan jerami, tampak sobek dan bolong di sana-sini. Pondasi mulai keropos, retakan menjalar di beberapa sisi bangunan, seolah memberi tanda bahwa waktu dan cuaca telah menggerus ketahanannya.
Di bagian luar, tempat wudhu yang tersedia pun jauh dari kata layak sederhana, rusak dan tak lagi nyaman digunakan oleh warga.
Meski dalam kondisi memprihatinkan, aktivitas di musala itu tak pernah benar-benar berhenti. Anak-anak tetap datang membawa iqra dan Al-Qur’an, duduk beralaskan lantai seadanya.
Baca Juga: Korsleting Listrik, 1 Rumah di Cimanuk Pandeglang Ludes Terbakar
Warga pun masih melaksanakan ibadah, meski harus menyingkirkan ember untuk menampung tetesan air saat hujan turun. Bagi mereka, musala ini bukan sekadar bangunan, ia adalah harapan yang tetap dijaga, meski dalam keadaan rapuh.
Melihat kondisi tersebut, Relawan Fesbuk Banten News (FBn) bersama relawan gabungan, tergerak untuk mengambil langkah. Mereka berinisiatif melakukan renovasi, agar musala itu kembali berdiri dengan layak, menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman, sekaligus ruang belajar yang pantas bagi generasi muda di kampung tersebut.
Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaludin, mengatakan, musala tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sekitar. Menurutnya, sejak lama musala itu menjadi pusat aktivitas warga, tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai tempat anak-anak belajar mengaji setiap hari.
“Kami menemukan kondisi Musala itu sangat memprihatinkan. Sudah 20 Tahun berdiri, diatas tanah wakaf,” ujar Lulu, Senin (27/4/2026).
Ia menyebutkan, meskipun kondisinya sudah sangat memprihatinkan, semangat warga untuk memanfaatkan musala tersebut tidak pernah surut.
Anak-anak tetap datang untuk belajar, sementara warga tetap melaksanakan kegiatan keagamaan dengan segala keterbatasan yang ada.
Baca Juga: Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani
Karena itu, Lulu berharap upaya renovasi yang saat ini dilakukan bisa segera terwujud dengan dukungan berbagai pihak.
Ia ingin musala tersebut kembali menjadi tempat yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat, sehingga fungsi tempat ibadah dan pendidikan di dalamnya dapat berjalan dengan lebih baik.
“Sudah tidak ada bagian yang bisa digunakan. Sekarang musala di renovasi, di robohkan hingga rata dengan tanah,” terangnya.
Untuk segera menyelesaikan proses renovasi musala tersebut, pihaknya juga mengetuk pintu hati para dermawan untuk ikut serta dalam pembangunan ini.
“Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, akan menjadi butiran pahala jariyah yang terus mengalir meski raga telah tiada. Mari bersama, wujudkan kembali rumah ibadah yang layak, di Kampung Keong, Desa Bojong Manik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang,” harapnya. (mardiana)
























