SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Aksi pencurian terjadi di SDN Pondok Pucung 03, Kecamatan Pondok Aren, pada Senin (27/4) kemarin. Peristiwa ini menjadi yang kedua kalinya dalam kurun waktu yang berdekatan.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pondok Pucung, Aiptu Sanusi menjelaskan tindak pencurian tersebut mengakibatkan kerugian materi berupa satu unit speaker aktif, sejumlah uang, serta satu televisi yang berada di ruang guru.
“Kita ketahui bahwa telah terjadi suatu pencurian berbentuk kerugian materi seperti ada speaker aktif, kemudian sejumlah uang, satu buah televisi,” ujarnya saat ditemui di sekolah yang berada di Jalan Jombang Raya, Selasa (28/4).
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga berjumlah dua orang, meskipun tidak menutup kemungkinan lebih. Hal ini berdasarkan rekaman CCTV yang memperlihatkan dua orang memasuki area sekolah.
“Pelaku berjumlah dua orang bisa lebih juga, yang terdeteksi CCTV dua orang,” katanya.
Pelaku diketahui masuk area sekolah dengan cara memanjat pagar beton, kemudian mencongkel jendela yang kuncinya tidak terlalu kuat. Setelah berhasil masuk, pelaku langsung melompat ke dalam ruang guru dan mengambil barang-barang berharga.
Baca Juga: Pria Tewas Tersetrum di Pamulang, Damkar Tangsel Bongkar Plafon untuk Evakuasi Korban
“Dia lewat jendela dengan mencongkel, ada salah satu kunci jendela yang aga kurang kencang dia masuk langsung lompat,” sebutnya.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku. Namun, pelaku diduga cukup profesional karena tidak meninggalkan jejak maupun barang bukti yang signifikan.
Sanusi juga mengungkapkan bahwa ini merupakan kejadian kedua dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, sekolah tersebut juga mengalami pencurian berupa satu unit mesin AC. Dalam kasus sebelumnya, pelaku sudah berhasil diamankan sebanyak tiga orang, dan diduga merupakan kelompok yang berbeda dengan kejadian saat ini.
“Betul ini kedua kalinya, sebelumnya satu buah mesin AC, pelaku yang berbeda karena pelaku itu sudah kita amankan tiga orang. Jarak peristiwa satu dengan yang ini kira-kira dua hari,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian mengimbau sekolah untuk meningkatkan sistem keamanan, terutama pada malam hari. Saat ini, penjagaan hanya dilakukan dari pagi hingga sore.
“Imbauan kami kita arahkan pihak sekolah terutama sekuriti memang ada cuma pagi sampai sore, saya tekankan untuk malam ditambah. Kemudian penerangan, kalau terang dan ada sekuriti mungkin pelaku akan berpikir dua kali,” pungkasnya. (eko)
Baca Juga: Toko Frozen Food di Pamulang Terbakar Dini Hari, Diduga Akibat Korsleting Listrik
