SATELITNEWS.COM, LEBAK–Populasi ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Kabupaten Lebak kian mengkhawatirkan. Ikan yang dikenal sebagai pembersih lumut di akuarium ini kini justru mendominasi sungai-sungai dan mengancam keberlangsungan ikan lokal.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Lebak, Winda Triana, mengungkapkan bahwa keberadaan ikan sapu-sapu sudah banyak ditemukan di sejumlah aliran sungai, seperti Sungai Ciujung, Ciberang, hingga sungai-sungai kecil lainnya. “Ya, ikan sapu-sapu di Lebak sudah banyak ditemukan di sungai-sungai kita,” ujar Winda, Rabu (29/4/2026).
Ikan sapu-sapu yang berasal dari famili Loricariidae ini merupakan spesies air tawar asal Amerika Selatan. Di habitat aslinya, ikan ini dikenal sebagai pemakan alga atau lumut. Namun, di perairan Indonesia, ikan tersebut justru berkembang menjadi spesies invasif yang sulit dikendalikan.
Menurut Winda, sifat agresif ikan sapu-sapu menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati perairan. Ikan ini tidak hanya mendominasi populasi, tetapi juga menyerang dan memakan telur ikan lain. “Dia akan menyerang ikan-ikan lokal, sehingga ikan lokal tidak bisa berkembang biak. Lama-lama bisa punah,” jelasnya.
Pesatnya pertumbuhan populasi ikan sapu-sapu juga dipicu oleh kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi perairan, termasuk yang tercemar. Hal ini membuat ikan tersebut semakin unggul dibandingkan ikan lokal. “Karena dia dominan, populasinya jadi lebih besar dibandingkan ikan lokal, dan akhirnya dia yang berkuasa di perairan,” tambahnya.
Meski demikian, Diskan Lebak hingga saat ini belum memiliki langkah konkret untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu. Hal itu lantaran belum adanya arahan khusus dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Kami masih menunggu arahan dari kementerian. Baru sebatas sosialisasi bahwa ikan sapu-sapu berbahaya bagi ikan lokal,” ujarnya.
Baca Juga: Karya Bakti TNI Skala Besar Tuntaskan Pembangunan Jalan 18 Km di Cimanggu Pandeglang
Selain mengancam ekosistem, ikan sapu-sapu juga dinilai tidak layak dikonsumsi. Pasalnya, ikan tersebut dapat hidup di perairan tercemar dan memakan berbagai jenis limbah. “Kalau dikonsumsi manusia tentu berisiko membahayakan kesehatan,” tegas Winda.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu dan lebih selektif dalam memilih ikan yang aman. “Pilihlah ikan yang aman untuk dikonsumsi dan baik bagi kesehatan,” pungkasnya.(mulyana)





















