SATELITNEWS.COM, LEBAK–Aksi penangkapan terduga pelaku pencurian sepeda motor di Kampung Salapajang, Desa Cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak viral di media sosial. Beruntung meski sempat diamuk massa, pelaku tidak sampai kehilangan nyawa. Aparat Kepolisian sudah turun tangan mengamankan pelaku.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 29 detik yang beredar, tampak puluhan warga mengerumuni seorang pria yang diduga sebagai pelaku dengan kedua tangan diikat. Suasana sempat memanas hingga terduga pelaku menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan.
Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (1/5/2026) lalu. Pemilik sepeda motor, Helni, mengungkapkan saat kejadian dirinya baru saja pulang berbelanja untuk kebutuhan warung dan berada di dalam rumah. Ia kemudian mendengar suara mencurigakan dari arah depan rumah. “Pas saya lihat ke luar, ada orang tidak dikenal sudah memakai helm dan berada di atas motor saya,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Curiga dengan gerak-gerik tersebut, Helni langsung memanggil suaminya sambil berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi. “Warga langsung mengejar dan berhasil menangkap orang tersebut. Sempat juga dipukuli karena kesal,” katanya.
Tak berselang lama, aparat dari Polsek Cikulur tiba di lokasi untuk mengamankan situasi dan membawa terduga pelaku guna menghindari aksi main hakim sendiri yang lebih parah.
Kanit Reskrim Polsek Cikulur, Bripka Haqi Ahmad Haqiqi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan terduga pelaku saat ini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. “Benar, terduga pelaku sudah diamankan dan sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Baca Juga: Karya Bakti TNI Skala Besar Tuntaskan Pembangunan Jalan 18 Km di Cimanggu Pandeglang
Dari keterangan warga, terduga pelaku diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Hal itu diperkuat dengan perilakunya sebelum kejadian yang dinilai tidak wajar. “Warga sempat melihat pelaku tidak mengenakan celana, lalu diberi pakaian. Saat diajak bicara, jawabannya juga tidak nyambung,” tambahnya. Pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk memastikan kondisi kejiwaan terduga pelaku serta motif di balik aksinya.(mulyana)





















