SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Gundukan tanah merah dari kawasan proyek di Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dikhawatirkan menjadi ancaman serius setelah longsoran material menutup sebagian Jalan Raya Ciater, pada Senin (4/5/2026) malam.
Peristiwa ini menyebabkan kemacetan panjang hingga lebih dari satu kilometer. Setengah badan jalan tidak dapat dilalui kendaraan akibat tertutup lumpur merah pekat, sehingga arus lalu lintas tersendat dan sejumlah pengendara terjebak berjam-jam.
Material tanah diketahui terbawa arus hujan deras dari area proyek yang berada di sekitar bundaran Maruga menuju Kantor Wali Kota Tangerang Selatan. Minimnya pengamanan di lokasi proyek diduga menjadi penyebab utama mudahnya tanah longsor ke jalan raya saat hujan turun.
Pantauan pada Selasa (5/5/2026) menunjukkan kondisi belum sepenuhnya aman. Gundukan tanah merah masih terlihat dengan ketinggian diperkirakan mencapai tiga meter. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali mengguyur wilayah tersebut.
Warga yang melintas berharap ada tindakan cepat dari pemerintah untuk mengantisipasi kejadian serupa. Mereka menilai kondisi ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Itu semalam lalu lintas disini saya lewat lumpuh pas hujan gara-gara lumpur, jadi kendaraan antre yang mau lewat,” ucap Andre, salah satu pengendara yang melintas.
Baca Juga: Karyawan Pergoki Pemuda Curi Laptop dan iPhone di ITC BSD
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangerang Selatan, Dahlan belum memberikan kepastian terkait langkah penindakan terhadap proyek tersebut. Namun, ia mengklaim akan menyidak proyek tersebut pada hari ini.
“Nanti saya monitoring dulu, saya sedang monitor di wilayah yang lain. Nanti kami akan ke situ,” sebutnya. (eko)
























