SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Tangerang terus memperkuat konsolidasi internal partai hingga ke tingkat akar rumput. Setelah mengukuhkan kepengurusan DPC pada Desember 2025 dan melantik pengurus anak cabang (PAC) di 13 kecamatan pada April 2026, partai berlambang banteng moncong putih itu kembali melantik pengurus ranting se-Kota Tangerang, Sabtu (23/5/2026).
Pelantikan yang digelar di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, Kompleks Ruko Mahkota Mas, Cikokol, Kecamatan Tangerang, itu akan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (24/5/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi partai menjelang kontestasi politik 2029.
Pengurus ranting merupakan struktur partai di tingkat kelurahan. Di Kota Tangerang sendiri terdapat 13 kecamatan dengan total 104 kelurahan. Dari seluruh kelurahan itu, DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang melantik sebanyak 936 pengurus ranting.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, Gatot Wibowo, mengatakan pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi DPC PDI Perjuangan se-Banten beberapa waktu lalu. Tahapan konsolidasi, menurut dia, sengaja dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat cabang, PAC, hingga ranting.
“Selama dua hari ini kami melantik sebanyak 936 pengurus ranting PDI Perjuangan se-Kota Tangerang. Karena pengurus ranting itu tingkat kelurahan, satu kelurahan terdiri dari sembilan orang,” ujar Gatot kepada wartawan Satelit News.
Ia menjelaskan, pelantikan dimulai dari daerah pemilihan (dapil) IV yang meliputi Kecamatan Ciledug, Karang Tengah, dan Larangan. Setelah seluruh pengurus ranting terbentuk, PAC di masing-masing kecamatan juga diminta segera membentuk kepengurusan anak ranting di tingkat RW.
Menurut Gatot, hingga kini data pembentukan anak ranting sudah masuk dari sekitar 460 RW di Kota Tangerang. Struktur tersebut dinilai penting sebagai fondasi penguatan partai di lapisan paling bawah masyarakat.
“Setelah pelantikan ranting selesai, teman-teman PAC kami minta membentuk anak ranting. Datanya sudah masuk sekitar 460 RW. Setelah itu kami juga akan melanjutkan pembentukan badan dan sayap partai pada awal Juli nanti,” katanya.
Ia menambahkan, sepanjang Juni 2026 partainya akan memusatkan perhatian pada kegiatan Bulan Bung Karno yang rutin digelar setiap tahun.
Bagi PDI Perjuangan, ranting dan anak ranting merupakan ujung tombak organisasi politik. Karena itu, pembentukan struktur hingga level kelurahan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat basis massa partai.
Gatot menyebut konsolidasi internal saat ini bukan sekadar agenda administratif organisasi, melainkan bagian dari upaya membangun kembali kekuatan partai setelah hasil Pemilu 2024.
“Hari ini bagian dari konsolidasi internal. Kita membangun pondasi kekuatan PDI Perjuangan Kota Tangerang karena akar rumput itu ranting dan anak ranting. Mereka adalah ujung tombak perjuangan partai,” ujarnya.
Ia mengakui, pada Pemilu Legislatif 2024 PDI Perjuangan mengalami penurunan perolehan kursi di DPRD Kota Tangerang dibandingkan dua pemilu sebelumnya. Karena itu, konsolidasi dini dilakukan untuk mempersiapkan pemilu mendatang.
“Pengalaman 2014 dan 2019 kita punya Ketua DPRD. Namun pada 2024 kita turun tiga kursi. Target kita tentu mengejar kembali kemenangan pada 2029,” katanya.
Selain menargetkan kemenangan legislatif, PDI Perjuangan Kota Tangerang juga mulai membangun optimisme untuk merebut kursi eksekutif di tingkat kota.
“Kalau hari ini kita punya Wakil Wali Kota, mudah-mudahan ke depan kita punya Wali Kota. Tapi tentu semuanya realistis dan tetap melihat dinamika politik serta arahan partai,” ujar Gatot.
Dalam proses penyusunan kepengurusan ranting, DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang menekankan pentingnya regenerasi kader. Setiap struktur ranting diwajibkan memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen dan memberi ruang bagi generasi muda.
Menurut Gatot, regenerasi menjadi syarat penting agar partai tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan sosial-politik masyarakat, terutama menghadapi dominasi pemilih muda pada Pemilu 2029.
“Kami selalu mengingatkan bahwa kuota perempuan 30 persen itu wajib di setiap jenjang struktur. Selain itu, sekurang-kurangnya ada satu perwakilan Gen Z dalam kepengurusan,” katanya.
Ia menilai partai kader harus terus melahirkan kader-kader baru yang potensial. Karena itu, proses regenerasi mulai dilakukan sejak pelaksanaan konferensi cabang, musyawarah anak cabang, hingga musyawarah ranting.
“Kita mengakomodasi kader berpengalaman, perempuan, dan anak-anak muda. PDI Perjuangan harus menjadi rumah besar kaum nasionalis,” ujar Gatot.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan para kader agar menjaga loyalitas dan disiplin organisasi. Perbedaan pandangan dalam organisasi, menurut dia, merupakan hal yang wajar selama diselesaikan melalui mekanisme partai.
“Kalau ada kekecewaan atau selisih pendapat itu dinamika biasa dalam organisasi. Tapi selesaikan di atas meja organisasi, jangan dibawa perasaan. Berpartai itu harus riang gembira,” katanya.
Konsep “politik riang gembira” yang selama ini menjadi jargon PDI Perjuangan, lanjut Gatot, dimaknai sebagai upaya menjaga organisasi tetap sehat dan solid tanpa meninggalkan semangat ideologis partai.
“Riang gembira itu karena kita sepakat dengan ideologi partai, yaitu Pancasila. Partai harus menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, dan penguatan mental kader, bukan ruang perpecahan,” ujarnya.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Hendri Zen, mengatakan konsolidasi internal yang dilakukan DPC Kota Tangerang merupakan bagian dari agenda nasional partai pasca Pemilu 2024.
Menurut dia, seluruh struktur partai di berbagai daerah kini tengah melakukan penyegaran organisasi untuk memperkuat kembali soliditas kader.
“Pemilu kemarin mungkin ada pengurus kita yang tercerai-berai dan bingung di persimpangan jalan. Hari ini kita harus lebih solid lagi untuk meraih kemenangan mulai dari Pilpres, Pileg, Pilgub hingga Pilkada,” kata Hendri.
Ia menilai ranting dan anak ranting memiliki posisi strategis karena menjadi struktur partai yang paling dekat dengan masyarakat. Oleh sebab itu, kader di tingkat bawah diminta aktif memahami persoalan warga dan hadir memberikan solusi.
“Ranting dan anak ranting harus mengetahui persoalan rakyat, hadir membantu masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan persoalan masyarakat lainnya,” ujarnya.
Di luar agenda konsolidasi partai, Gatot juga menyinggung sejumlah kebijakan daerah yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti Pemerintah Kota Tangerang melalui penerbitan peraturan wali kota (perwal).
Menurut dia, fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Tangerang mendorong percepatan penerbitan perwal terkait tunjangan guru agama untuk seluruh agama, gaji pengurus rumah ibadan non muslim, serta regulasi turunan mengenai pendidikan wawasan kebangsaan.
“Kami berharap perda-perda yang sudah disahkan bersama antara legislatif dan eksekutif segera ditindaklanjuti dengan perwal agar ada penguatan langkah teknis di lapangan,” katanya.
Ia menilai regulasi tersebut penting agar implementasi kebijakan tidak terhambat persoalan administratif maupun teknis. (ari)