SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Angin segar berembus bagi puluhan warga berpenghasilan rendah di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, tepatnya di wilayah Pakuhaji, Kosambi, dan Teluknaga. Di tengah perjuangan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sebuah asa baru hadir dalam wujud gerobak usaha dan kompor gas. Fasilitas ini siap menjadi roda penggerak ekonomi keluarga mereka yang selama ini terhimpit keterbatasan modal.
Pada Kamis siang (21/5/2026), Aula Kantor Kecamatan Teluknaga mendadak riuh. Senyum semringah terpancar dari wajah 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang hadir. Hari itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid turun langsung untuk membuka acara sosialisasi legalitas usaha sekaligus menyerahkan bantuan hibah berupa 50 unit gerobak UMKM, kompor gas dua tungku, hingga regulatornya.
Bantuan ini menyasar warga yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah) di tiga kecamatan, yaitu Pakuhaji, Teluknaga, dan Kosambi. Tepatnya, mereka berasal dari Desa Gaga (Kecamatan Pakuhaji), Kelurahan Salembaran Jaya (Kecamatan Kosambi), serta Desa Pangkalan dan Kebon Cau (Kecamatan Teluknaga). Masing-masing wilayah mendapatkan alokasi 10 unit alat usaha.
”Kami hadir memberikan bantuan berupa 50 gerobak plus juga dengan kompor gas untuk mereka usaha. Alhamdulillah mereka hadir semua dan mereka berkomitmen untuk berusaha, berjualan demi kepentingan kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid penuh optimisme, Kamis (21/5/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang sadar betul bahwa jika hanya memberikan modal fisik saja tentu tidak akan cukup. Maka dari itu, program yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro ini dirancang secara menyeluruh atau holistik. Selain diberikan peralatan, pelaku UMKM juga langsung dibekali dengan sosialisasi legalitas usaha.
”Selain peralatan, warga juga langsung dibekali dengan legalitas usaha,” tukas Rudi Maesyal.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah menjelaskan bahwa para pedagang ini selanjutnya akan didampingi untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
”Tujuannya jelas, agar produk mereka punya daya saing tinggi dan naik kelas,” kata Anna.
Tak berhenti di situ, Anna memaparkan bahwa urusan permodalan juga telah disiapkan solusinya. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memfasilitasi pinjaman modal melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dana Bergulir dengan skema bunga yang ditawarkan sangat rendah, yakni hanya sekitar 4%, jauh di bawah bunga bank komersial biasa.
”Dinas Koperasi akan membentuk kelompok-kelompok usaha agar para pelaku mikro ini bisa saling mendukung dan tidak merasa terbebani sendirian dalam memenuhi kewajiban bulanan mereka,” lanjutnya.
Melalui sinergi antara bantuan alat, legalitas hukum, dan akses permodalan yang murah, langkah nyata ini diharapkan tidak hanya menjadi bantalan sosial sesaat. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu memicu laju pertumbuhan ekonomi daerah langsung dari akar rumputnya.
”Bagi 50 warga pesisir Tangerang, gerobak dan kompor baru ini adalah simbol kemandirian untuk merajut masa depan yang lebih sejahtera,” pungkasnya. (alfian/aditya)