SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat, sepanjang tahun 2026, tepatnya dari Januari hingga Mei, peristiwa kebakaran yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang telah mencapai 114 kejadian, Rabu (20/5/2026). Mayoritas penyebab terjadinya kebakaran dipicu oleh korsleting listrik dan kebocoran selang tabung gas.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, berdasarkan data rekapitulasi yang dimilikinya, rentetan peristiwa bencana kebakaran tersebut melanda berbagai macam objek. Mulai dari rumah tinggal, pabrik industri, rumah toko (ruko), lahan ilalang, hingga instalasi kelistrikan umum.
”Kalau berdasarkan data yang kami tangani, sepanjang 2026 ini terdapat 114 peristiwa kebakaran. Kebakaran tersebut tentunya melanda berbagai macam objek,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Rabu (20/5/2026).
Rentetan peristiwa ini berdampak langsung pada masyarakat, mulai dari pemilik rumah tinggal, para pelaku usaha, hingga perusahaan berskala besar yang turut menjadi korban. Di antaranya seperti PT Belsindo Sinar Mulya, PT Doga Grup Internasional, hingga PT Xinyao Aluminium Industry. Akibatnya, akumulasi kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai angka miliaran rupiah.
”Total kerugian material akibat seluruh peristiwa kebakaran ini ditaksir mencapai miliaran rupiah,” lanjut Taufik.
Adapun dari total 114 kejadian tersebut, sebarannya merata di berbagai wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang. Di antaranya Kecamatan Curug, Pagedangan, Panongan, Cikupa, Tigaraksa, Legok, Pasar Kemis, Sindang Jaya, Kosambi, Sepatan, Balaraja, Rajeg, Teluknaga, hingga Pakuhaji.
Meski mayoritas musibah dipicu oleh hubungan pendek arus listrik (korsleting), tim BPBD di lapangan juga mencatat beberapa faktor penyebab lainnya. Seperti kebocoran tabung atau selang gas LPG, mesin pabrik yang mengalami panas berlebih (overheat), kelalaian manusia (human error seperti anak-anak bermain korek api atau puntung rokok), hingga percikan api dari aktivitas pengelasan dan gerinda.
”Mayoritas penyebabnya memang korsleting listrik, tetapi beberapa penyebab lainnya juga dipicu akibat kebocoran tabung atau selang gas, serta faktor kelalaian lainnya,” paparnya.
Beruntung, dari keseluruhan 114 kejadian tersebut, tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Kendati demikian, Taufik mengimbau warga untuk selalu berhati-hati dan lebih memprioritaskan pengecekan berkala pada instalasi listrik rumah maupun tempat usaha guna meminimalisir risiko serupa.
”Jangan lupa untuk selalu mengecek kelistrikan ketika hendak bepergian, lalu jangan sekali-kali meninggalkan kompor saat sedang menyala,” imbaunya.
Sementara itu, Komandan Regu Damkar pada BPBD Kabupaten Tangerang, Suprianto menambahkan, kasus kebakaran terbaru terjadi pada Senin (18/5/2026) kemarin. Insiden tersebut melanda satu unit sepeda motor listrik di wilayah Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis.
”Yang terbaru adalah peristiwa kebakaran sepeda motor listrik di Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis. Beruntung, dalam peristiwa itu juga tidak ada korban jiwa,” pungkas Suprianto. (alfian/aditya)