SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Indonesia memastikan satu tiket partai final di sektor ganda putra Indonesia Open 2026. Ini terjadi setelah dua pasangan Merah Putih sukses melangkah ke babak semifinal turnamen BWF Super 1000 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, kemarin.
Kepastian tersebut didapat setelah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani sama-sama meraih kemenangan pada laga perempat final.
Raymond/Joaquin lebih dulu memastikan tempat di empat besar setelah mengalahkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, melalui pertarungan sengit tiga gim 16-21, 24-22, 21-18.
Tak lama berselang, Sabar/ Reza menyusul dengan kemenangan meyakinkan atas ganda China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dalam dua gim langsung 21-15, 21-15.
Hasil tersebut membuat kedua pasangan Indonesia akan saling berhadapan pada babak semifinal. Dengan demikian, Indonesia dipastikan memiliki satu wakil di partai puncak Indonesia Open 2026.
Menghadapi Chen/Liu, Sabar/ Reza tampil menekan sejak awal pertandingan. Mereka unggul 11-7 saat interval gim pertama dan terus menjaga momentum hingga mengamankan kemenangan 21-15. Pada gim kedua, pasangan Indonesia kembali mendominasi untuk menutup pertandingan dengan skor identik 21-15.
Baca Juga: AC Milan Terancam Gagal Rebut Tiket Liga Champions
Di sektor tunggal putri, langkah Indonesia harus terhenti setelah Putri Kusuma Wardani takluk dari wakil China, Chen Yu Fei, dengan skor 13-21, 20-22 pada babak perempat final.
Meski gagal melaju ke semifinal, Putri menilai penampilannya sudah cukup baik, terutama pada gim kedua ketika sempat memegang kendali pertandingan.
“Sebenarnya cukup puas dengan permainan saya, cara mainnya. Cuma memang di game kedua itu lumayan jauh banget saya unggul. Yang buat saya kecewa, sedikit lagi saya bisa rubber game dan punya kesempatan untuk menang juga,” kata Putri usai pertandingan.
Putri mengakui dirinya kehilangan ketenangan saat memasuki poin-poin krusial. Menurut dia, keputusan untuk mempercepat tempo permainan justru menjadi bumerang saat menghadapi pemain berpengalaman seperti Chen.
“Di saat-saat setting mungkin kelihatannya saya mempercepat tempo. Padahal kalau Chen Yu Fei dicepetin, tangannya cukup bisa meng-cover. Sebetulnya saya banyak dapat poin dari relireli, sayangnya di saat itu saya malah terburu-buru,” ujarnya.
Pada gim kedua, Putri sempat unggul jauh 17-9 sebelum Chen perlahan bangkit dan membalikkan keadaan. Putri menilai fokus dan konsistensi menjadi faktor utama yang membedakan permainan lawannya.
Baca Juga: Arsenal vs Atletico Madrid, Menguji Konsistensi Simeone
“Yang menyulitkan dari Chen Yu Fei adalah fokusnya. Waktu ketinggalan, dia tetap berusaha dapat satu poin, satu poin. Walaupun tertinggal cukup jauh, fokus dan konsistensi permainannya sangat kuat,” katanya.
Setelah tersingkir dari Indonesia Open, Putri bertekad memperbaiki sejumlah aspek permainan menjelang Japan Open. Ia menilai ketahanan fisik dan kemampuan menjaga fokus sepanjang pertandingan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. (rmg)
