SATELITNEWS.COM, TANGERANG—BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan yang berkelanjutan kepada peserta dan keluarganya. Tidak hanya melalui penyaluran santunan manfaat program, BPJS Ketenagakerjaan juga menggelar Pelatihan Kewirausahaan bagi Ahli Waris Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga peserta.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol, Senin (29/6/2026), dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin. Turut hadir Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Muhyidin, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol Mohamad Irvan, Kepala Cabang Batuceper Hazairin Hasan, Kepala Cabang Tangerang Cimone Dessy Sriningsih, serta Area Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Banten Voppy Yulia Handriyani beserta jajaran. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang membekali peserta mengenai pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.
Selain pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan manfaat program secara simbolis kepada ahli waris peserta. Penyerahan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko sosial maupun risiko kerja.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya memberikan rasa aman bagi pekerja, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
”Kami mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang tidak hanya menyerahkan santunan kepada ahli waris, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan kewirausahaan. Program ini memiliki dampak yang sangat positif karena mampu membantu keluarga peserta bangkit secara ekonomi, menciptakan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, hingga membuka peluang kerja di lingkungan sekitarnya. Semakin banyak masyarakat yang mandiri secara ekonomi, maka roda perekonomian Kota Tangerang juga akan semakin kuat. Inilah bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sachrudin.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten, Muhyidin, menegaskan bahwa pelatihan kewirausahaan merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi peserta dan keluarganya.
Baca Juga: Sidak RW 05 Poris Gaga, Komisi I: Para Pengembang di Kota Tangerang Harus Beri Akses Jalan
”Kami ingin memastikan bahwa manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada penyerahan santunan. Perlindungan yang kami berikan harus mampu menjadi kekuatan baru bagi keluarga peserta untuk bangkit, mandiri, dan tetap produktif. Karena itu, kami menghadirkan pelatihan kewirausahaan sebagai bekal agar santunan yang diterima dapat dikelola secara produktif dan menjadi modal membangun usaha yang berkelanjutan,” kata Muhyidin.
Menurut Muhyidin, kegiatan tersebut juga merupakan implementasi dari tujuan strategis BPJS Ketenagakerjaan yang dikenal dengan 3C (Coverage, Care, Credibility). “Melalui Coverage, kami terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan agar semakin banyak pekerja Indonesia, baik formal maupun informal, mendapatkan perlindungan. Melalui Care, kami menghadirkan pelayanan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta, termasuk memberikan pendampingan serta pemberdayaan kepada ahli waris setelah menerima manfaat program. Sedangkan Credibility kami wujudkan melalui pengelolaan program yang profesional, transparan, kolaboratif, dan akuntabel sehingga kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Ketenagakerjaan terus meningkat,” jelas Muhyidin.
Ia menambahkan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar pemberian santunan. “Ketika pekerja terlindungi, maka produktivitas kerja akan meningkat. Ketika keluarga peserta tetap memiliki kepastian ekonomi setelah terjadi risiko, maka potensi munculnya kemiskinan baru dapat ditekan. Itulah sebabnya BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan kepesertaan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” tambah Muhyidin.
Muhyidin juga mengajak seluruh pekerja dan pemberi kerja untuk memastikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tetap aktif agar seluruh manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
BPJS Ketenagakerjaan sendiri memberikan perlindungan melalui lima program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi peserta yang memenuhi persyaratan.
Melalui program JKK, peserta yang mengalami kecelakaan kerja memperoleh pelayanan kesehatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis hingga sembuh dan dapat kembali bekerja. Apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ahli waris berhak menerima santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan, santunan berkala, biaya pemakaman, serta beasiswa pendidikan bagi dua orang anak hingga perguruan tinggi sesuai ketentuan.
Baca Juga: BNN Kota Tangerang Sapa Anak Muda di Kafe dan Libatkan 1.000 Sekolah Cegah Narkoba
Sementara itu, melalui program JKM, ahli waris peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja berhak memperoleh santunan tunai sebesar Rp42 juta. Selain itu, tersedia pula beasiswa pendidikan bagi dua orang anak bagi peserta yang telah memenuhi persyaratan masa kepesertaan, sebagai bentuk perlindungan terhadap keberlangsungan pendidikan keluarga pekerja.
Di akhir kegiatan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cikokol, Mohamad Irvan, berharap para ahli waris dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai langkah awal membangun kemandirian ekonomi.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha yang produktif. BPJS Ketenagakerjaan akan terus hadir tidak hanya memberikan perlindungan saat risiko terjadi, tetapi juga mendampingi peserta dan keluarganya agar tetap mampu melanjutkan kehidupan dengan lebih sejahtera,” tutup Irvan. (dm)
