SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang, mengadakan pelatihan fasilitator pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak, selama 3 bulan.
Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Haerofiatna mengatakan, bantuan peningkatan kompetensi bagi fasilitator ini berawal pada 3 Juli lalu, dimana sesuai dengan arahan Bupati Serang pihaknya harus selalu komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Nah dari tanggal 3 Juli, prosesnya kita lalui dari mulai zoom dan lain sebagainya kita dapat stimulan, dalam rangka peningkatan kompetensi untuk memfasilitasi, menjadikan salah satu masyarakat yang mampu dan mau menjadi fasilitator, untuk penanganan kekerasan pada anak dan perempuan,” kata Haerofiatna, Kamis (16/7/2026).
“Supaya jangan sampai kalau ada kejadian, Dinas KB saja yang turun, termasuk ada dari Satgas PPA dan Komnas PA, kita ingin melibatkan peran serta masyarakat,” tambahnya.
Haero menuturkan, bantuan pelatihan ini merupakan Program Kerjasama Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan United Nations Population Fund (UNFPA) Siklus 11 (2026-2030) yang didesain untuk berkontribusi pada pencapaian visi Three Zeros (Tiga Tujuan Transformatif).
Salah satunya yaitu, menghapuskan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan (KtPAP) dan praktikpraktik berbahaya.
Baca Juga: Per April 2026, Polres Pandeglang Terima 31 Laporan Dugaan Kekerasan Perempuan dan Anak
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan TPPO didukung oleh badan PBB yaitu, UNFPA serta bekerja sama dengan Yayasan Pulih.
“Jadi nanti yang melatih dari Yayasan Pulih,” tuturnya.
Diakui Haero, kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Serang saat ini sangat memperihatinkan. Oleh karena itu dengan adanya tenaga fasilitator dapat membantu menangani dan hadir ditengah tengah masyarakat ketika ada kejadian.
“Saya juga nanti maunya RT RW terlibat, masalahnya pelakunya banyak orang dekat, bukan orang jauh,” pungkasnya. (sidik)




























