SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Peringatan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar MUI Kabupaten Tangerang menjadi momentum lahirnya program baru yang menyasar pembinaan para mualaf. Dalam perayaan yang digelar di Gedung MUI, kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (28/7/2026), Bupati Tangerang Maesyal Rasyid secara resmi meluncurkan Muallaf Center MUI Kabupaten Tangerang.
Program tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan berkelanjutan bagi para mualaf, mulai dari pendampingan keagamaan hingga membantu proses administrasi perubahan identitas setelah memeluk agama Islam.
Milad MUI ke-51 mengusung tema “Konsisten Berkhidmat untuk Umat, Mengawal Moralitas Bangsa Menuju Tangerang Semakin Gemilang.” Kegiatan diawali dengan zikir bersama dan ditutup dengan pemotongan tumpeng serta makan bersama.

Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Tangerang, unsur Forkopimda, organisasi keagamaan, serta berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Tangerang.
Ketua MUI Kabupaten Tangerang KH Mohamad Ues Nawawi mengatakan usia lebih dari setengah abad menjadi bukti konsistensi MUI dalam menjalankan peran sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah.
Menurutnya, tema Milad ke-51 merefleksikan komitmen MUI untuk terus berada di garda terdepan dalam membimbing masyarakat, menjaga akidah, merawat kerukunan antarumat beragama, serta mengawal moralitas bangsa di tengah perubahan zaman.
Baca Juga: Paramount Petals Dukung Turnamen Catur Se-Kabupaten Tangerang, Diikuti 150 Peserta
“MUI Kabupaten Tangerang terus berkomitmen hadir bersama pemerintah daerah dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis dan membangun masyarakat yang religius,” katanya.
Pada momentum Milad tersebut, MUI Kabupaten Tangerang juga mengumumkan transformasi tata kelola organisasi melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015.
KH Ues menjelaskan, penerapan standar internasional itu meliputi pembenahan administrasi, tata kelola kesekretariatan, pelayanan pendampingan produk halal, hingga optimalisasi seluruh komisi di lingkungan MUI.

Melalui penerapan ISO 9001:2015, MUI menargetkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, profesional, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan keagamaan.
Ia juga memaparkan lima pilar strategis MUI Kabupaten Tangerang, yakni menjaga harmoni sosial dan stabilitas daerah, mengawal moral dan akhlak generasi muda, memberikan pendampingan terhadap kebijakan pemerintah berbasis nilai keagamaan, memperkuat ekonomi umat melalui pendampingan produk halal, serta mendorong pelestarian lingkungan dengan pendekatan ekoteologi.
Menurut KH Ues, kolaborasi antara ulama dan umara menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang religius, maju, dan sejahtera.
Muallaf Center
Dalam kesempatan itu, KH Ues juga memperkenalkan Muallaf Center MUI Kabupaten Tangerang sebagai salah satu program unggulan baru.
Ia mengungkapkan, setiap tahun terdapat sekitar 50 warga yang menjadi mualaf di berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang.
“Bahkan kemarin ada seorang mualaf yang diantar langsung oleh ibunya yang beragama atau non muslim. Beliau menyampaikan bahwa proses itu dilakukan tanpa ada paksaan. Alhamdulillah,” ujarnya.
Menurut KH Ues, setiap mualaf yang mengucapkan dua kalimat syahadat melalui MUI akan memperoleh sertifikat syahadat resmi yang dapat digunakan sebagai salah satu dokumen pendukung dalam proses perubahan identitas administrasi kependudukan.
Ia berharap seluruh mualaf yang telah dibina dapat terus istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam.

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengapresiasi berbagai program yang dijalankan MUI Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, salah satu program yang paling menonjol adalah pembinaan mualaf melalui Muallaf Center.
“Yang paling menonjol sekali adalah program bina mualaf. Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang, alhamdulillah pembinaan mualaf berjalan cukup pesat. Ada kurang lebih 50 orang setiap tahun yang mendapatkan pembinaan di wilayah Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan MUI menjalankan tugasnya sebagai lembaga yang mengayomi dan membina umat.
Selain pembinaan mualaf, Maesyal juga mengapresiasi peran aktif MUI dalam berbagai program pembangunan daerah, mulai dari pembinaan Tilawatil Quran, Tarawih Keliling, Jumat Keliling, penguatan pendidikan keagamaan, hingga keterlibatan dalam penanganan persoalan sosial dan lingkungan.
Menurutnya, hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah daerah telah terjalin dengan baik melalui semangat kolaborasi ulama dan umara.
“Mudah-mudahan dengan Harlah MUI ke-51 ini, MUI Kabupaten Tangerang terus berkomitmen bersama pemerintah memberikan yang terbaik bagi umat dan masyarakat Kabupaten Tangerang,” katanya. (alfian/aditya)
























