SATELITNEWS.COM, SERANG – Kekeringan yang melanda semua wilayah Provinsi Banten, mendapat perhatian serius Gubernur Banten Andra Soni.
Orang nomor satu di Banten itu, segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk melakukan mitigasi bencana kekeringan yang memberatkan masyarakat.
Gubernur Banten Andra Soni memastikan, persoalan kekeringan atau krisis air bersih yang melanda semua wilayah di Banten, menjadi perhatian utama pemerintah. Terkait hal itu, Pemprov Banten akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, Rabu (29/7/2026) malam, untuk membantu.
“Laporan masuk ke kita, ada 100 lebih titik kekeringan, dan malam ini kita akan berkoordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, dan berkoordinasi dengan kabupaten/kota apa yang harus kita lakukan, apa yang harus kita mitigasi,” katanya, di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Rabu (29/7/2026).
Andra mengatakan, saat ini Pemprov Banten telah melakukan penanganan jangka pendek berupa pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan, baik oleh Pemprov Banten atau pemerintah kabupaten/kota lainnya.
“Jadi prinsipnya, pekerjaan jangka pendek dan jangka panjangnya apa saja. Insya Allah, kita akan berkolaborasi dengan kabupaten/kota,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Tangsel Desak Solusi Permanen Atasi Krisis Air di SDN Kademangan 02
“Untuk jangka pendeknya, sudah pasti kita akan bantu mengirimkan air bersih ya, dan Alhamdulillah beberapa kabupaten/kota telah melaksanakan juga,” sambungnya.
Selain itu, Pemprov Banten juga sedang melakukan pembahasan program jangka panjang untuk mengatasi persoalan krisis air atau kekeringan dibeberapa wilayah.
Dengan begitu, arah lebijakan pemerintah bisa fokus dan tepat dalam mengatasi persoalan tersebut.
“Kemarin saya monitoring di daerah Tangerang Raya, itu PDAM nya siang, malam ngantar satu tangki – satu tangki di wilayah yang melaporkan kekeringan,” ujarnya lagi.
“Jangka panjangnya, karena juga ada sumur resapan yang kita bangun dengan kedalaman 120 meter, sekarang kondisinya sudah kering, nah ini yang harus sama-sama kita pikirkan,” tutupnya.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan, ada ratusan lokasi di Banten yang rentan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih selama musim kemarau.
Baca Juga: Kekeringan Meluas di Tangsel, 421 KK Terdampak dan 576 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan
Terkait hal itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan personel, serta peralatan penanggulangan bencana.
“Koordinasi juga dilakukan bersama kepolisian, dan sejumlah instansi lainnya, guna mendukung distribusi air bersih apabila masyarakat mulai terdampak kekeringan,” pungkasnya.
Lutfi mengaku, kapasitas armada tangki air yang dimiliki BPBD Provinsi Banten masih sangat terbatas, dan kesulitan menjangkau semua daerah yang mengalami krisis air bersih.
Saat ini, kata dia, BPBD Provinsi Banten hanya memiliki empat unit mobil tangki, sedangkan BPBD kabupaten dan kota secara keseluruhan memiliki sekitar 150 unit armada, yang dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
“Satu bulan ke depan, kita membackup pengiriman air bersih di wilayah Pandeglang, melalui kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Pandeglang,” imbuhnya. (adib)
























