SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Sedikitnya lima orang meninggal dunia, sementara 227 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi setelah KMP Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Banyak penumpang terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sebelum dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kapal tersebut mengangkut 140 truk, 25 mobil, 15 sepeda motor, dan satu alat berat. BPBD Jawa Timur mencatat terdapat 232 penumpang dan 39 anak buah kapal (ABK) di dalam kapal, sedangkan Basarnas Surabaya menyebut jumlah person on board (POB) berdasarkan laporan awal nakhoda sekitar 250 orang.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan informasi mengenai kebakaran diterima petugas siaga pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak. Berdasarkan laporan awal yang diterima dari perusahaan pelayaran, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB.
“Berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, kebakaran kapal terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Informasi itu diperoleh dari nakhoda. Namun, setelah itu nakhoda tersebut tidak dapat dihubungi kembali,” kata Nanang.
Berdasarkan komunikasi dengan awak Meratus Project 3, posisi KMP Mutiara Sentosa II berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan Sapudi. Saat ditemukan, kondisi kapal dilaporkan hampir terbakar habis sehingga para penumpang berpindah ke bagian anjungan dan haluan sebelum banyak di antaranya melompat ke laut.
Meratus Project 3 tidak dapat mendekat karena sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo). Evakuasi kemudian dilakukan oleh kapal-kapal lain di sekitar lokasi, termasuk TB Hasnur 26, British Mentor, Transco Arafura, Prakarsa Mas, SC Aila XVII, Selaras Mas, dan Meratus Pematang Siantar.
Baca Juga: 114 Korban Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan, 129 Orang Masih Dicari
Hingga sekitar pukul 14.40 WIB, 40 orang masih dilaporkan berada di atas kapal sehingga proses evakuasi dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Operasi penyelamatan melibatkan sedikitnya sembilan kapal.
Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 109 penumpang selamat dan dua korban meninggal dunia, menjadi kapal yang mengevakuasi korban terbanyak. TB Hasnur 26 menyelamatkan 65 penumpang dan mengevakuasi satu korban meninggal, sedangkan Meratus Project 3 mengevakuasi 13 orang serta satu korban meninggal.
Kapal Icon Daniel mengevakuasi satu korban meninggal dunia, sementara Transco Arafura menyelamatkan 17 orang. Kapal Prakarsa Mas, SC Aila XVII, dan Selaras Mas masing-masing mengevakuasi tujuh orang selamat, sedangkan British Mentor menyelamatkan dua orang.
Nanang mengatakan hingga pukul 17.00 WIB, jumlah korban yang berhasil dievakuasi mencapai 227 orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Pencarian terhadap kemungkinan adanya korban lain masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
“Update pukul 17.00 WIB, korban berhasil dievakuasi: selamat 227 orang, meninggal dunia lima orang,” ujarnya.
Menurut Nanang, berdasarkan data manifes, total terdapat 271 orang di dalam kapal. Pihaknya belum dapat memastikan apakah 40 orang yang sempat belum terevakuasi seluruhnya melompat ke laut. Namun, pada sore hari petugas menyatakan secara visual sudah tidak lagi melihat penumpang berada di atas kapal.
Baca Juga: 130 Orang Korban Kapal Virgo Terbalik Masih Dalam Pencarian
“Tadi sore keseluruhan tidak ada korban yang berada di kapal, dalam artian secara visual tidak terlihat lagi korban-korban yang berada di atas kapal. Sehingga tinggal korban-korban yang masih berada di air atau sudah ke dalam air,” kata Nanang.
Kementerian Perhubungan menyatakan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Basarnas, KSOP, dan seluruh unsur terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman.
“Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif,” kata Masyhud.
Masyhud menambahkan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Pemerintah akan menyampaikan perkembangan penanganan insiden secara berkala setelah seluruh informasi dari lapangan selesai diverifikasi.
Hingga Minggu malam, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kementerian Perhubungan, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sumenep, serta unsur SAR lainnya masih melanjutkan pencarian dan pendataan korban. (rmg/xan)





















