Selasa, 6 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Biaya Jadi Kendala, Warga Cimarga Lebak Bertahan di Rumah Hampir Roboh

Oleh Made Nusantara
Minggu, 9 Agu 2026 17:38 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Kabupaten Lebak
Biaya Jadi Kendala, Warga Cimarga Lebak Bertahan di Rumah Hampir Roboh

BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN BANGUNAN ROBOH: Warga Kampung Angsana, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, yang terdampak pergerakan tanah masih bertahan di tengah ancaman ambruk. FOTO: MULYANA/SATELIT NEWS.COM

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, LEBAK–Ancaman bangunan roboh masih menghantui warga Kampung Angsana, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Delapan bulan setelah pergerakan tanah terjadi, sejumlah keluarga hingga kini belum bisa meninggalkan rumah mereka yang mengalami kerusakan berat akibat terkendala biaya.

Informasi yang dihimpun, kondisi permukiman warga semakin memprihatinkan. Retakan pada tembok melebar, lantai pecah, fondasi bergeser hingga beberapa bagian bangunan terlihat miring. Sejumlah rumah bahkan terpaksa disangga menggunakan tiang bambu untuk mencegah bagian bangunan yang masih berdiri roboh.

Sedikitnya sembilan rumah terdampak bencana tersebut. Enam rumah di antaranya mengalami kerusakan berat dan sebagian telah ambruk. Namun, warga yang rumahnya masih berdiri belum sepenuhnya bisa meninggalkan lokasi lantaran terkendala tempat tinggal dan biaya untuk berpindah.Biaya Jadi Kendala, Warga Cimarga Lebak Bertahan di Rumah Hampir Roboh

Maesaroh (45), salah seorang warga terdampak, mengatakan rasa khawatir semakin besar setiap kali hujan turun. Suara retakan pada bangunan masih terdengar sehingga dirinya memilih mengungsi ke rumah anak ketika cuaca memburuk. “Kalau hujan masih terdengar suara retakan. Saya takut ketimpa. Tapi kalau tidak hujan ya saya tetap tinggal di sini karena tidak punya biaya untuk pindah,” kata Maesaroh, Minggu (9/8/2026).

Ia mengungkapkan, kerusakan rumahnya bermula ketika terdengar suara keras disusul munculnya retakan pada bagian bangunan. Seiring waktu, kondisi rumah semakin rusak hingga sejumlah bagian plafon tidak lagi bertahan. “Awalnya terdengar suara ‘bleduk’ dan retakan. Bata-bata mulai berjatuhan. Sekarang tembok retak, plafon juga sudah banyak yang ambruk,” ujarnya.

Menurut Maesaroh, bantuan pemerintah yang diterimanya sejauh ini masih berupa kebutuhan dasar, seperti beras dan mi instan. Sementara kebutuhan untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman belum teratasi. Ia berharap pemerintah tidak lagi menunda proses pemindahan warga, mengingat kondisi rumah yang semakin berbahaya. “Kalau bisa saya minta tolong dibantu. Saya ingin pindah ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Baca Juga: BPBD Lebak Bersurat ke Geologi, Minta Kajian Pergerakan Tanah di Bayah Timur

Ketua RT setempat, Masri (51), mengatakan persoalan relokasi sebenarnya telah diperjuangkan bersama pemerintah desa. Pihaknya bahkan mendatangi sejumlah instansi di tingkat provinsi untuk mencari solusi atas kondisi warga yang terancam. “Kami sudah ke Serang (kantor Pemprov Banten) bersama perangkat desa. Katanya hanya diminta menunggu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar Masri.

Ia menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah melakukan asesmen terhadap kawasan terdampak. Bantuan tanggap darurat juga sempat disalurkan kepada warga, baik dalam bentuk sembako maupun uang tunai.

BeritaTerbaru

Kenal dari Aplikasi, Siswi SD di Lebak Dicabuli Pria Berusia 49 Tahun

Kenal dari Aplikasi, Siswi SD di Lebak Dicabuli Pria Berusia 49 Tahun

Selasa, 6 Okt 2026 17:59 WIB
PENGUKUHAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia, melakukan pengukuhan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Sektor Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, di Auditorium Mayjen TNI dr. Roebiono Kertopati BSSN, Bojongsari, Kota Depok, Selasa (6/10/2026). (ISTIMEWA)

Pemkab Pandeglang Kolaborasi dengan BSSN RI, Kukuhkan Tim Tanggap Insiden Siber

Selasa, 6 Okt 2026 17:47 WIB
WISATA ANYER -- Suasana lokasi wisata Anyer, Kabupaten Serang. (ISTIMEWA)

Kunjungan Wisatawan di Anyer – Cinangka Kabupaten Serang Tembus 3,5 Juta

Selasa, 6 Okt 2026 16:19 WIB
SIMULASI -- Personel Polres Serang bersama Polsek jajaran, melakukan simulasi pengamanan aksi unjuk rasa anarkis di halaman Mapolres Serang, Selasa (6/10/2026). (ISTIMEWA)

Polres Serang Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa Anarkis

Selasa, 6 Okt 2026 16:08 WIB

Namun, langkah penanganan belum berlanjut pada pemindahan warga secara permanen. Padahal, lokasi untuk permukiman baru disebut telah tersedia dan proses hibah tanah juga sudah diselesaikan. “Lahannya sudah ada, surat hibah juga sudah selesai. Tinggal proses relokasinya saja, tetapi sampai sekarang belum terlaksana,” katanya.

Masri mengatakan persoalan utama saat ini berkaitan dengan ketersediaan anggaran untuk menjalankan pembangunan dan proses relokasi. Sementara kondisi di lokasi lama tidak bisa dianggap aman karena pergerakan tanah masih terjadi. Kekhawatiran warga semakin besar menjelang datangnya hujan dengan intensitas tinggi. Mereka takut kondisi tanah kembali bergerak dan menyebabkan bangunan yang telah retak mengalami kerusakan lebih parah.

“Kalau nanti hujan deras lagi, kami khawatir longsornya semakin parah. Harapan kami hanya satu, warga segera dipindahkan sebelum ada korban jiwa,” tuturnya. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret. Mereka tidak ingin menunggu hingga rumah benar-benar roboh dan menimbulkan korban sebelum relokasi akhirnya dilakukan. (mulyana)

Tags: Pergerakan TanahRumah RetakWarga Cimarga Lebak Bertahan di Rumah Hampir Roboh
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

KEGIATAN -- Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono, menyampaikan materi dalam acara Commander Wish. (ISTIMEWA)
Banten Region

Kapolres Pandeglang: Kedepankan “JAGA” Bagi Seluruh Personel dalam Bertugas

Selasa, 6 Okt 2026 16:05 WIB
MEMBERIKAN ARAHAN : Personel PJR Polda Banten memberikan arahan kepada sopir truk yang memarkirkan kendaraan sembarangan. (ISTIMEWA)
Banten Region

Peringatan Tegas, PJR Ditlantas Polda Banten Larang Truk Parkir Sembarang

Selasa, 6 Okt 2026 15:16 WIB
2027, Jalan Poros Desa di Lebak Bakal Dapat Penanganan Lebih Besar
Banten Region

2027, Jalan Poros Desa di Lebak Bakal Dapat Penanganan Lebih Besar

Selasa, 6 Okt 2026 14:59 WIB
UMT Resmi Buka Fakultas Kedokteran
Edukasi

UMT Resmi Buka Fakultas Kedokteran, Kuota Awal Maksimal 50 Mahasiswa

Selasa, 6 Okt 2026 14:40 WIB
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani. (ISTIMEWA)
Banten Region

Bupati Pandeglang Dorong Wartawan Memiliki Keterampilan Lain

Selasa, 6 Okt 2026 14:08 WIB
Wagub Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pemprov Banten Akui Kesulitan Menambah PAD, Dimyati: Sumber Keuangan Terbesar dari Pajak

Selasa, 6 Okt 2026 13:39 WIB
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

Terlibat Kejar—kejaran, Pelajar Terjatuh Dari Motor Hingga Kritis

Terlibat Kejar—kejaran, Pelajar Terjatuh Dari Motor Hingga Kritis

Minggu, 4 Okt 2026 14:06 WIB
Tinjau Dua Rumah Tak Layak Huni, Bupati Tangerang Perintahkan Rehabilitasi

Tinjau Dua Rumah Tak Layak Huni, Bupati Tangerang Perintahkan Rehabilitasi

Kamis, 1 Okt 2026 18:13 WIB
Warga Kresek Geger, Temukan Pria Tewas Dalam Parit

Warga Kresek Geger, Temukan Pria Tewas Dalam Parit

Senin, 5 Okt 2026 07:42 WIB
Timnas Jerman Menang Bersama Klopp, Belanda Ditahan Imbang Yunani

Timnas Jerman Menang Bersama Klopp, Belanda Ditahan Imbang Yunani

Jumat, 2 Okt 2026 08:12 WIB
SUKARESMI AGRI FEST 2026 -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menghadiri dan membuka acara Sukaresmi Agri Fest 2026, di Alun-alun Kecamatan Sukaresmi, Senin (5/10/2026). (ISTIMEWA)

Sukaresmi Agri Fest 2026, Bupati Dewi Dorong Peningkatan Sektor Pertanian

Senin, 5 Okt 2026 15:20 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.