SATELITNEWS.ID, SERANG–Tiga mahasiswa mengatasnamakan Fraksi Ciujung sempat bersitegang dengan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, saat berunjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Senin (20/7). Para pendemo melakukan aksi unjuk rasa mengusung isu terkait pencemaran Sungai Ciujung.
Pantauan di lokasi, saat wartawan tengah melakukan wawancara dengan Ketua Komisi II DPR, yang didampingi oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah terkait kunjungannya ke Kabupaten Serang, tiba-tiba tiga mahasiswa merangsek sambil membawa spanduk dan pamflet terkait isu Sungai Ciujung.
Aksi mereka kemudian diadang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beserta sejumlah pejabat lainnya agar mundur. Namun para pendemo malah terus merangsek masuk ke jajaran anggota DPR RI sambil memperlihatkan spanduk.
Tak lama setelah jajaran Komisi II DPR RI pulang, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah tak tinggal diam. Dia menghampiri pengunjuk rasa untuk mengajaknya berdialog di dalam Pendopo. Di dalam Pendopo, para mahasiswa tersebut beradu argumen dengan Bupati Serang.
Seorang aktivis lingkungan Fraksi Ciujung Rido Rivaldi mengatakan, kedatangannya itu hanya ingin meminta bukti konkret yang dilakukan pemerintah terhadap persoalan penanganan pencemaran Sungai Ciujung. “Segera buat satgas untuk menanggulangi masalah pencemaran Sungai Ciujung. Apa susahnya, kita contoh seperti Jawa Barat, Sungai Citarum Harum. Ciujung juga bisa,” kata Rido.
Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh Pemkab Serang selama ini belum optimal menangani masalah pencemaran Ciujung tersebut. Ia mengaku sudah berulang kali audiensi dan aksi hingga turun ke lapangan. Namun realitanya kondisi Sungai Ciujung tetap tercemar. “Buat Satgas segera, buat tim penanganan pencemaran Ciujung, agar bersih,” tandasnya.
Baca Juga: Kirim Nakes ke NTT, PMI Banten Bawa 130 Kg Obat untuk Bantu Pengungsi
Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku menyambut baik usulan tersebut dan selama ini selalu membuka diri. Seperti halnya di Tanara, di sana dibuat Ciujung Institut. “Kita sangat terbuka, kalau ada masyarakat yang ingin bergabung beri masukan. Karena saya berharap masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan ini, tahapan demi tahapan,” ungkap Tatu.
Hanya saja tambahnya, jika aspirasi disampaikan dengan cara semacam ini (yang dilakukan oleh Fraksi Ciujung kemarin), ia mengaku sedikit keberatan. “Kalau dengan cara begini (tidak duduk bersama), saya keberatan. Karena bukan solusi yang keluar, tapi malah saling emosi. Misal menuduh Pemda tidak berbuat apa-apa. Kalau dituduh begitu, tidak terima. Karena tidak mungkin tidak berbuat apa-apa. Semua tercatat, record ada di DLH. Kalau mau cari solusi, ayo duduk bersama di sini,” paparnya.
Setelah dianggap cukup berdialog, para mahasiswa meninggalkan Pendopo Bupati Serang dan mengakhiri unjuk rasanya. (sidik/mardiana)
























