SATELITNEWS.COM, SERANG — Realisasi retribusi pasar di Kabupaten Serang, hingga saat ini baru mencapai 66,66 persen dari target yang ditetapkan sekitar Rp1,4 Miliar. Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, menyebut capaian paling rendah retribusi dari Pasar Serdang sebesar Rp7 juta.
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, mengatakan pihaknya masih terus menggenjot capaian retribusi pasar agar target tahun ini dapat terealisasi.
“Untuk capaian retribusi pasar, sampai saat ini sekitar 66,66 persen. Nilainya sekitar Rp638 Juta dari target Rp1,4 Miliar,” ujar Adang, Rabu(12/8/2026).
Menurutnya, capaian retribusi di sejumlah pasar cukup baik. Namun, masih terdapat pasar yang realisasinya sangat rendah, salah satunya Pasar Serdang.
Adang menyebut, dari target retribusi Pasar Serdang, realisasinya baru sekitar Rp7 Juta. Rendahnya capaian tersebut, tidak terlepas dari minimnya aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
“Yang paling rendah Serdang. Capaiannya baru sekitar Rp7 Juta. Di sana, banyak pedagang yang sekarang membuka usaha atau berjualan di tempat lain,” tandasnya.
Baca Juga: Operasi Pasar Diskoumperindag Kabupaten Serang Diserbu Emak – emak
Kata Adang, kondisi tersebut semakin terlihat dari tingkat keterisian kios dan los di Pasar Serdang. Dari total 26 kios, baru 9 kios yang terisi.
Sementara dari 19 los, hanya 2 los yang terisi, sebagian pedagang memilih pindah dan berjualan di pasar lain, di antaranya Pasar Kramatwatu dan Bojonegara. Kondisi itu membuat aktivitas perdagangan di Pasar Serdang belum optimal.
“Jadi belum bisa dimaksimalkan. Ada pedagang yang pindah ke Pasar Kramat, ada juga yang ke Bojonegara,” ujarnya.
Adang menuturkan, sumber retribusi pasar sendiri berasal dari pemanfaatan kios, los, maupun pedagang kaki lima (PKL). Sehingga tingkat keramaian dan jumlah pedagang di masing-masing pasar, sangat berpengaruh terhadap capaian retribusi.
Namun demikian, beberapa pasar tercatat memberikan kontribusi retribusi cukup besar. Adang menyebut Pasar Baros, Anyer, dan Cikande menjadi pasar dengan capaian retribusi yang relatif tinggi.
“Yang paling besar di antaranya Baros, Anyer, dan Cikande,” tandasnya.
Baca Juga: Ekspor Barang Dari Kabupaten Serang Tembus 55 Juta Dolar
Adang optimistis, target retribusi pasar tahun ini masih dapat dikejar. Diskoumperindag akan terus melakukan optimalisasi terhadap pasar-pasar yang menjadi sumber pendapatan daerah.
“Target tahun ini meningkat. Kita lihat capaiannya, dan mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai,” pungkasnya.
Selain itu, Diskoumperindag Kabupaten Serang juga terus mendorong pemanfaatan fasilitas pasar yang telah tersedia, salah satunya Pasar Tunjung Teja.
Kata Adang, saat ini sudah ada sejumlah pedagang yang mulai menempati pasar tersebut. Pemerintah daerah bahkan memberikan kesempatan kepada pedagang untuk berjualan, terlebih dahulu tanpa dibebani retribusi.
“Pasar Tunjung Teja sudah dipersilahkan untuk diisi dan sekarang sudah ada beberapa pedagang. Untuk sementara jangan ditarik retribusi dulu, supaya para pedagang betah dan mau mengisi pasar,” ujarnya.
Menurut Adang, secara lokasi Pasar Tunjung Teja sebenarnya cukup strategis karena berada di jalur protokol dan berdekatan dengan terminal.
Ia berharap, keberadaan pasar tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dan para pedagang, sehingga aktivitas perdagangan di kawasan itu semakin hidup.
“Posisinya cukup bagus, berada di jalan protokol dan di samping terminal. Jadi daripada pasar lama yang berada di dalam, lebih baik pedagang mulai mengisi lokasi yang strategis ini,” imbuhnya. (sidik)




















