SATELITNEWS.COM, SERANG — Kegiatan ekspor barang dari perusahaan – perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Serang, mengalami peningkatan di tahun 2026 ini.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, nilai ekspor pada triwulan pertama mencapai 55 juta dolar AS.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan, dari 657 industri di Kabupaten Serang, tercatat ada 167 perusahaan yang aktif melakukan kegiatan ekspor dan telah mengurus Surat Keterangan Asal (SKA).
Kata Titi, untuk kegiatan ekspor saat ini terjadi kenaikan sekitar 10 juta dolar AS, dibanding triwulan I 2025 yang tercatat 45 juta dolar AS. Perusahaan dengan kontribusi ekspor terbesar, adalah PT Lamipek.
“Kalau berbanding dari evaluasi laporan triwulan I 2025 dan triwulan I 2026, mengalami peningkatan hampir 10.000 dolar. Kemarin di triwulan I 45, sekarang kita mencapai di 55 untuk peningkatan ekspornya,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Adapun untuk negara tujuan, kata Titi, kawasan Asia, ASEAN, India, hingga Eropa. Namun yang paling dominan adalah, negara-negara ASEAN.
Baca Juga: Operasi Pasar Diskoumperindag Kabupaten Serang Diserbu Emak – emak
“Tujuan negara ada Asia, ASEAN, India, Eropa. Tetapi yang paling banyak ASEAN,” tandasnya.
Titi menuturkan, untuk mendukung kegiatan ekspor, Diskoumperindag memiliki kewenangan menerbitkan Surat Keterangan Asal atau Certificate of Origin.
Dokumen ini wajib bagi perusahaan yang melakukan ekspor, karena berfungsi memberikan keringanan pajak di negara tujuan.
“Surat keterangan asal itu, untuk keringanan beban pajak ketika mereka sandar di negara tujuan. Bahkan bisa 0 persen, tergantung kesepakatan antar dua wilayah,” tuturnya.
Namun katanya, meskipum nilai ekspor mengalami kenaikan, produk UMKM di Kabupaten Serang belum ada yang mengajukan SKA untuk ekspor. Saat ini, penerbitan SKA masih didominasi perusahaan besar.
“Untuk di tempat kami, surat keterangan asal belum ada penerbitan untuk UMKM. Kalau mereka sudah melakukan ekspor, pasti mereka harus menempuh itu,” imbuhnya. (sidik)
Baca Juga: Retribusi Pasar di Kabupaten Serang Ditarget Rp1,4 Miliar, Realisasi Saat Ini 66,66 Persen
























