Selasa, 15 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Pemkot Dianggap Tak Menghargai Sejarah, Relokasi SMPN 4 Kota Serang Harus Dibatalkan

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Selasa, 15 Sep 2026 13:51 WIB
Rubrik Banten Region, Kota Serang
BERDIALOG : Puluhan alumni SMPN 4 Kota Serang dan perwakilan masyarakat, berdialog dengan DPRD Kota Serang, agar bisa membatalkan rencana relokasi SMPN 4 Kota Serang sebagai lahan perkir. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

BERDIALOG : Puluhan alumni SMPN 4 Kota Serang dan perwakilan masyarakat, berdialog dengan DPRD Kota Serang, agar bisa membatalkan rencana relokasi SMPN 4 Kota Serang sebagai lahan perkir. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG – Kecaman keras terhadap rencana relokasi SMPN 4 Kota Serang, mulai bermunculan. Pengamat kebijakan publik Ahmad Sururi, angkat bicara.

Katanya, mengganti sarana pendidikan sebagai tempat parkir merupakan kekeliruan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Sekadar diketahui, SMPN 4 Kota Serang bukan hanya sekadar bangunan dan tempat kegiatan belajar mengajar, melainkan memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Sekolah itu, sudah berdiri sejak tahun 1922 atau dibangun pada masa kolonial Belanda di Nusantara, atau lebih tua dari nama Indonesia itu sendiri.

Berdasarkan catatan sejarah kawasan, bangunan fisik yang kemudian menjadi bagian dari sejarah sekolah ini didirikan pada tahun 1922 pada masa Hindia Belanda, dan awalnya dipakai sebagai tempat pendidikan warga keturunan Tionghoa, yaitu Chung Hua.

Pada dekade 1960, cikal bakal sekolah ini menempati salah satu ruangan di gedung Keresidenan Banten, yang saat ini menjadi Kantor Gubernur Banten.

Baca Juga: KSPSI Diminta Kawal Penyaluran THR, Pemkot Alokasikan Untuk PPPK

Tingginya minat pelajar di Banten, membuat sekolah kejuruan ekonomi ini berkembang pesat. Sekitar tahun 1965, melalui perjuangan masyarakat, lembaga ini menempati gedung Chung Hua.

Sekolah ini resmi berdiri sebagai Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Negeri Serang pada tahun 1967 dengan kepala sekolah pertama Bapak Somawinata.

BeritaTerbaru

TERHALANG DEBU : Prosed pencarian rombongan wartawan melalui visual udara terhalang debu. Hingga hari kedelapan, tim SAR gabungan belum menemukan para korban. (ISTIMEWA)

Hari Kedelapan, Tim SAR Perluas Wilayah Pencarian dan Pemantauan Hingga Bengkulu

Selasa, 15 Sep 2026 12:16 WIB
BERBINCANG : Gubernur Banten Andra Soni, berbincang saat melakukan peninjauan pembangunan KEK ETKI. (ISTIMEWA)

KEK ETKI Banten Diklaim Serap Ribuan Tenaga Kerja, Nilai Investasi Capai Rp1,9 Triliun

Selasa, 15 Sep 2026 11:37 WIB
KUNJUNGAN -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, beserta jajarannya, berkunjung ke Baznas Provinsi Banten. (ISTIMEWA)

Bupati Dewi Usulkan Program Pendidikan dan Pemberdayaan UMKM ke Baznas Banten

Selasa, 15 Sep 2026 09:32 WIB
MENCARI KORBAN : Tim SAR gabungan, melakukan pencarian terhadap delapan orang yang hilang di Perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas erupsi GAK. (ISTIMEWA)

Operasi Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal di GAK Diperpanjang Tiga Hari Kedepan

Senin, 14 Sep 2026 19:46 WIB

Dalam perjalanannya, lembaga ini bertransformasi menjadi SMP Negeri 4 Kota Serang yang berlokasi di Jalan Juhdi Nomor 20, Kota Serang dan telah meluluskan ribuan peserta didik.

Berdasarkan aspek historis dan tata letak bangunan setta fungsinya, Ahmad Sururi menyayangkan sikap arogan dari Pemkot Serang, apabila sampai dilakukan relokasi menjadi lahan parkir.

“Perlu dikaji ulang secara serius Kang Adib, SMPN 4 ini fasilitas pendidikan resmi milik pemerintah yang fungsinya melayani publik, sama halnya dengan kawasan Royal Baroe yang fungsinya menjadi ruang publik,” katanya, Selasa (15/9/2026).

“Jika fungsinya sama-sana melayani kepentingan publik, kenapa harus dikorbankan? Apalagi rencananya untuk kepentingan lahan parkir yang juga sama-sama melayani kepentingan publik, jadi fungsinya sama sehingga tidak boleh dikorbankan,” sambungnya.

Baca Juga: THR ASN Pemkot Serang Capai Rp45 Miliar, Untuk PPPK Paruh Waktu Belum Teralokasikan

Sururi menegaskan, Kota Serang sempat kehilangan bangunan bersejarah karena kepentingan dan arogansi pemerintah daerah. Hal itu, kata dia, tidak baik dalam menjalankan sistem pemerintahan, karena dianggap melupakan sejarah bangsa.

“Terkait sejarah juga misalnya, Kota Serang pernah kehilangan bangunan bersejarah karena kepentingan ekonomi di masa pemerintahan yang lalu, hal ini jangan sampai berulang, karena itu kasus SMPN 4 ini jangan mengulangi pola yang sama. Jangan sampai nilai sejarahnya hilang, nilainya jauh lebih dari kepentingan ekonomi seperti lahan parkir,” tandasnya.

Pemkot Serang, kata dia, tidak bisa menafsirkan penolakan para alumni, masyarakat, dan wali murid sebagai pembangkangan atau penghambat pembangunan di Kota Serang. Loga itu, kata dia, sesat dan menyesatkan apabila dipakai kepala daerah.

“Saya kira wajar dan tidak berlebihan, justru ini menjadi fungsi kontrol publik terhadap Pemkot Serang, bahwa tidak semua kebijakan pembangunan dapat dipaksakan jika ada reaksi beralasan dari masyarakat,” pungkasnya.

Pointnya, lanjutnya, adalah kebijakan seharusnya punya argumentasi yang kuat, rasional dan berpihak pada masyarakat, seluruh alumni dan warga SMPN 4 Kota Serang adalah masyarakat yang seharusnya dilindungi.

“Saya khawatir jika dipaksakan maka berdampak terhadap rendahnya legitimasi sosial masyarakat Kota Serang. Nah, juga mesti dicatat, reaksi penolakan tersebut juga jangan dianggap menghambat investasi Kota Serang,” ujarnya.

Sururi mempertanyakan logika berpikir Pemkot Serang yang akan melakukan relokasi terhadap sarana pendidikan dan digantikan oleh sarana komersil. Kelihaian pemimpin bisa dilihat dari ketangkasan dalam menjalankan pemerintahan dan menerapkan kebijakan.

“Sederhanya jika fungsi pendidikan dialih fungsikan menjadi fungsi lahan parkir maka logika kebijakannya kurang tepat, jadi timbul pertanyaan, kebijakan pro publiknya dimana?,” ujarnya.

Dia mendesak agar Pemkot Serang segera melakukan evaluasi dengan cara menunda atau bahkan menghapus alih fungsi, cari alternatif kebijakan lain dan jangan hanya menghitung biaya dan manfaat finansial dari lahan parkir.

“Fungsi pendidikan mungkin bisa diganti dengan lahan lain tetapi ongkos sosial, nilai sejarah dan legitimasi masyarakat tidak bisa diganti atau dihitung,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Serang menolak rencana relokasi oleh Pemkot Serang. Rencananya, lokasi tersebut akan dijadikan sebagai lahan parkir untuk menunjang Royal Baroe.

Penolakan itu disampaikan para alumni, masyarakat, tokoh masyarakat dan lainnya kepada pimpinan DPRD Kota Serang dan jajaran, Senin (14/9/2026). Mereka meminta para wakil rakyat, agar bisa memfasilitasi permohonan tersebut.

Ketua Alumni SMPN 4 Kota Serang angkatan 1990, Deni secara tegas menolak rencana relokasi SMPN 4 Kota Serang menjadi areal parkir. Dia menilai, rencana tersebut tidak masuk akal karena mengorbankan tempat pendidikan untuk sarana mencari uang.

“Katanya Kota Serang Berbudi, masa iya tempat berpikir berubah menjadi tempat parkir. Kami secara tegas menolak rencana itu,” katanya. (adib)

Tags: pemkot serangrencana relokasiSMPN 4 Kota Serang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Polres Lebak Libatkan Nelayan Cari Jurnalis yang Hilang
Banten Region

Polres Lebak Libatkan Nelayan Cari Jurnalis yang Hilang

Senin, 14 Sep 2026 19:30 WIB
Ompel Bantah Dakwaan Penipuan Umrah, Uang Rp785 Juta Disorot
Banten Region

Ompel Bantah Dakwaan Penipuan Umrah, Uang Rp785 Juta Disorot

Senin, 14 Sep 2026 17:50 WIB
BERKUNJUNG --: Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, berkunjung ke keluarga guide dan kapten kapal, yang hingga kini masih dalam pencarian saat mengantar rombongan jurnalis ke kawasan GAK, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)
Banten Region

Bupati Dewi Kembali Ungkapkan Keprihatinannya Kepada Keluarga ABK dan Guide

Senin, 14 Sep 2026 17:44 WIB
SIDAK WP -- Pimpinan DPRD Pandeglang dan tim optimalisasi PAD Pemkab Pandeglang, sidak wajib pajak, sekaligus menyosialisasikan tentang pungutan pajak daerah, beberapa hari lalu. (ISTIMEWA)
Banten Region

Komisi II DPRD Pandeglang Bakal Panggil WP “Nakal”

Senin, 14 Sep 2026 17:34 WIB
PENGAWASAN -- Anggota Polsek Jawilan Polres Serang, melakukan pengawasan SPBU di wilayah hukumnya. (ISTIMEWA)
Banten Region

Cegah Penyalahgunaan BBM, Personel Polsek Jawilan Perketat Pengawasan SPBU

Senin, 14 Sep 2026 17:17 WIB
MELAKUKAN AUDIENSI : Puluhan alumni dan masyarakat melakukan audiensi dengan pimpinan DPRD Kota Serang, Senin (14/9/2026). Mereka menyampaikan penolakan terhadap rencana relokasi SMPN 4 Kota Serang. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Tolak Rencana Relokasi SMPN 4 Kota Serang, Puluhan Alumni Datangi DPRD Kota Serang

Senin, 14 Sep 2026 14:24 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk UMKM, Anak Yatim dan Disabilitas

Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk UMKM, Anak Yatim dan Disabilitas

Kamis, 10 Sep 2026 19:19 WIB
MEMBERIKAN INFORMASI : Pemateri acara workshop anti hoax, menyampaikan materi perbedaan informasi sebenarnya dengan berita hoax. (ISTIMEWA)

Penguatan Literasi, Pemprov bersama ICN Banten Antisipasi Penyebaran Hoax

Selasa, 8 Sep 2026 18:34 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 15 September, Cek Lokasinya

Selasa, 15 Sep 2026 07:40 WIB
Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang

Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang Belum Padam

Selasa, 8 Sep 2026 19:53 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:36 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.