SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Keringat masih membekas di wajah Muhammad Azrial. Namun, rasa lelah itu seolah terbayar setelah remaja 16 tahun tersebut menuntaskan tugasnya sebagai anggota Tim 17 Paskibraka dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (17/8/2026).
Bagi Azrial, menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera bukan sekadar menjalankan tugas dalam upacara kemerdekaan. Momen itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi siswa kelas XI Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Tangsel tersebut, sekaligus langkah kecil untuk mengejar cita-cita yang jauh lebih besar.
Bendera Merah Putih dikibarkan di Markas Komando Batalyon Kavaleri 9/Cobra, Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara. Di tengah barisan Paskibraka, Azrial menjalankan tugasnya bersama anggota lainnya dengan penuh konsentrasi.
“Alhamdulillah sangat bangga. Dan sedikit terharu,” ujar Azrail usai upacara, Senin (17/8/2026).
Suasana haru juga terasa setelah prosesi pengibaran selesai. Para anggota Paskibraka saling berjabat tangan, berpelukan, dan mengucapkan selamat satu sama lain. Sebagian bahkan tak kuasa menahan air mata karena berhasil menuntaskan tugas yang telah mereka persiapkan sebelumnya.
Azrial juga mendapat ucapan selamat dari Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel, Deden Umaidi, yang merupakan seniornya di Purna Paskibraka.
Baca Juga: Tangsel Otozone 2026 Resmi Dibuka, Ada Promo Mobil dan Diskon Pajak hingga 18 Oktober
Di balik keberhasilannya berdiri tegap sebagai Paskibraka, tersimpan cerita tentang keluarga sederhana yang menjadi sumber semangatnya. Azrial merupakan putra kedua dari tiga bersaudara asal Kota Cilegon. Ayahnya bekerja sebagai buruh proyek bangunan, sementara sang ibu merupakan ibu rumah tangga.
Keinginannya mengikuti Paskibraka sejak awal bukan semata untuk mengejar prestasi. Ia ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa dirinya mampu meraih sesuatu yang membanggakan.
“Ingin orang tua saya bangga,” katanya.
Pengalaman menjadi Paskibraka kini semakin menguatkan tekadnya menatap masa depan. Ketika ditanya mengenai cita-cita, Azrial tak banyak berpikir. “Masuk Akmil (Akademi Militer) jadi perwira,” tegasnya.
Cita-cita itu menjadi alasan lain mengapa ia serius menjalani kegiatan Paskibraka. Disiplin, kekompakan, ketahanan fisik, serta tanggung jawab yang ditempa selama menjadi anggota pasukan menjadi pengalaman yang menurutnya dapat menjadi bekal untuk mewujudkan impian tersebut.
Kata dia, kecintaan terhadap dunia Paskibraka sudah tumbuh sejak lama. Ketika masuk Sekolah Rakyat pada Agustus 2025, ia langsung mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra. Kesempatan itu kemudian membawanya ke tahap seleksi.
Baca Juga: Polisi Temukan Tempat Penyimpanan Miras di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis
Sementara, Ketua Purna Paskibraka Kota Tangsel, Warta Wijaya menuturkan bahwa Azrial sebelumnya mengikuti seleksi bersama 12 rekannya dari ekskul Paskibra. Dari belasan peserta tersebut, hanya Azrial yang berhasil lolos untuk mewakili Sekolah Rakyat.
“Berawal ikut ekskul paskibra, lalu ikut seleksi bersama 12 rekan ekskul lainnya dan azril satu satunya yang lolos untuk mewakili Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Azrial sendiri merupakan salah satu siswa yang mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Keluarganya tercatat sebagai penerima bantuan sosial, termasuk bantuan langsung tunai dan Program Keluarga Harapan (PKH), sebelum kemudian mendapat tawaran untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Sementara itu, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tangsel juga berlangsung meriah dengan parade kendaraan tempur atau tank. Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan memimpin iring-iringan kendaraan tempur dari Kantor Kelurahan Pondok Jagung menuju Lapangan Batalyon Kavaleri 9, lokasi upacara pengibaran bendera.
Parade kendaraan tempur tersebut menjadi salah satu tradisi peringatan kemerdekaan di Tangsel. Tradisi itu pertama kali digelar pada HUT ke-79 RI pada 2024 dan kembali dilaksanakan pada tahun ini.
Kehadiran kendaraan tempur diklaim tak hanya menjadi simbol kekuatan pertahanan, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang turut menyaksikan rangkaian perayaan kemerdekaan.
“Ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan yang kami hadirkan untuk masyarakat. Kami ingin semangat perjuangan dan kecintaan terhadap Tanah Air dapat terus dirasakan, khususnya oleh generasi muda di Kota Tangerang Selatan,” pungkas Benyamin. (eko)

















