SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Nasib nahas dialami Atin (49), warga Kampung Cilalung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dirinya diduga menjadi korban hipnotis saat tengah menjaga warung kelontong, hingga kalung emas miliknya senilai Rp20 juta berhasil dibawa kabur pelaku.
Peristiwa itu terjadi di sebuah toko sembako di Jalan Sumbawa, Kampung Cilalung, RT 005/005, pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Atin menduga dirinya menjadi korban hipnotis. Sebab, ia mengaku tidak menyadari ketika kalung yang dikenakannya berpindah tangan hingga akhirnya dibawa kabur pelaku. Saat kejadian, Atin tengah menjaga warung sekaligus memasak. Tiba-tiba, seorang pria yang mengaku sebagai sales HP menghampirinya.
Pelaku kemudian terus mengajak Atin berbincang dan menawarkan telepon seluler. Atin sempat menolak tawaran tersebut karena tidak ingin membeli HP secara kredit.
Namun, pria itu tidak langsung pergi. Pelaku justru terus mengikuti dan membujuk Atin dengan alasan membutuhkan bantuan untuk memenuhi target penjualan.
“Dia bilang, ‘Teteh sudah dapat tiga yang ambil HP, yang satu laptop. Teh bisa enggak nolongin saya buat naik gaji saya? Kurang dikit saja, Teteh punya apa buat tanda buktinya nanti difoto sama atasan,” ujar Atin, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Anak Tukang Bangunan Jadi Paskibraka Tangsel: Ingin Orang Tua Bangga
Atin kembali menolak karena merasa tidak memiliki barang yang bisa dijadikan bukti. Namun, pelaku terus membujuk agar Atin memberikan barang apa pun untuk sekadar difoto.
Pelaku bahkan sempat menunjukkan sebuah kalung berukuran besar yang disebutnya milik pelanggan lain. Kalung tersebut kemudian ditukarkan ke tangan Atin sebelum dikembalikan lagi.
Menurut Atin, cara tersebut membuatnya percaya bahwa barang yang diminta hanya akan digunakan sebagai bukti untuk keperluan foto.
Karena berniat membantu, Atin akhirnya bersedia menjadikan kalung emas miliknya sebagai jaminan untuk difoto. Namun, ia tidak menyerahkan langsung kepada sales tersebut.
“Saya enggak percaya kasih ke dia. Saya kasih ke tetangga saya yang mau ambil handphone. Saya bilang, ‘Sana ikut saya, lagi masak. Ini kalung saya pegang, tapi jangan dikasih orang itu. Cuma difoto saja, nanti kasih lagi kalungnya ke saya,” tuturnya.
Tetangga Atin kemudian mengikuti sales tersebut menuju sebuah mobil. Saat itu, pelaku berdalih atasannya berada di dalam mobil dan barang milik korban perlu dibawa untuk difoto. Namun, Atin menunggu cukup lama. Hampir satu jam, tetangganya belum juga kembali.
Kecurigaan mulai muncul ketika tetangganya akhirnya pulang dalam kondisi linglung. Ia kemudian mengatakan bahwa orang yang membawa dirinya ke lokasi tersebut sudah tidak ada.
Baca Juga: Sepeda Motor Kawasaki Ninja RR Dicuri dari Garasi Rumah di Ciputat
“Dia disuruh nunggu di jalan. Pas disusul sudah enggak ada orangnya,” kata Atin.
Saat kalung tersebut diperiksa, Atin baru menyadari bahwa kalung emas miliknya sudah tidak ada. Ia menyebut kalung tersebut memiliki nilai sekitar Rp15 juta.
“Pas dilihatin ke saya, saya langsung istigfar. Kita sudah kena hipnotis. Dia nangis-nangis, saya juga gemeter,” ujarnya.
Atin mengaku baru menyadari kejadian tersebut setelah semuanya berlalu. Ia menduga pelaku telah mengelabui dirinya dan tetangganya dengan cara meyakinkan korban bahwa perhiasan tersebut hanya akan difoto sebentar.
Menurut Atin, pelaku ternyata sudah tiga hari berturut-turut datang ke wilayah tersebut. Namun, selama dua hari sebelumnya, ia tidak terlalu menanggapi karena sibuk berjualan dan mengurus pekerjaan rumah.
Atin mengatakan, pada hari kejadian dirinya sedang berada di dapur mengolah makanan. Kondisi tersebut membuat pelaku lebih leluasa mendekati dan terus mengajaknya berbicara.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kata dia, Atin sempat didatangi oleh dua orang yang diduga merupakan komplotan.
“Awal mula kejadian pada saat korban sedang menjaga warung tiba-tiba dihampiri oleh 2 (dua) orang sales Handphone. Selanjutnya korban tanpa sadar diminta membuka kalung untuk diberikan kepada saksi dilanjut ditukar oleh pelaku kemudian pelaku membawa kabur kalung tersebut,” ungkapnya.
Kata Bambang, pihaknya pun telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengarahkan korban untuk resmi melaporkan kejadian tersebut.
“Selanjutnya korban diarahkan untuk membuat laporan polisi di Polsek Ciputat Timur guna proses lebih lanjut,” pungkasnya. (eko)






















