SATELITNEWS.COM, SERANG – Bupati Serang Ratu Rachmawatizakiyah, menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan. Penetapan status darurat ini, untuk menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Serang agar bisa berkoordinasi dengan cepat, supaya bisa gerak cepat melakukan penanganan.
“Status siaga darurat kekeringan untuk satu bulan ke depan. Mungkin pertama untuk 1 bulan, setelah itu kita lihat lagi. Semoga kondisinya membaik, kita cabut status darurat,” kata Ratu Zakiyah, Rabu (19/8/2026).
Zakiyah mengatakan, musim kemarau ini membuat beberapa desa kekeringan diantaranya, desa di Kecamatan Carenang dan Kecamatan Binuang dan lima kecamatan lainnya.
“Saya bersama dengan Bulog, Dirut PDAM, Dirut BPR, para kepala OPD, para Asda, bersama-sama berkunjung ke masyarakat untuk memberikan bantuan secara langsung dan melihat kondisi secara langsung. Jadi yang kami berikan, pertama menyalurkan air bersih kepada masyarakat,” tambahnya.
Kata Zakiyah, dirinya hadir untuk memastikan bahwa penyaluran air bersih dan bantuan ini tepat sasaran. Selain itu, Bupati juga menyalurkan bantuan pangan dari Bapanas atau Badan Pangan Nasional, melalui Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Bantuan yang diterima adalah per Kepala Keluarga (KK), mendapatkan 30 Kg beras. “Semoga apa yang kami berikan ini, bermanfaat dan tentu saya secara pribadi dan pemerintah daerah mohon maaf, jika dalam hal ini kita belum bisa memaksimalkan kondisi yang ada,” ujarnya.
Baca Juga: Taat Bayar PBB, Pemkab Serang Undi 2 Tiket Umrah Untuk Warga
Bupati juga mengimbau terhadap masyarakat, agar jangan boros menggunakan air bersih. Jadi gunakan air bersih dengan sebijak mungkin.
“Manfaatkan air dengan baik, sehingga kalau misalnya nanti butuh bantuan lagi, tadi saya sudah sampaikan ke Pak Camat dan Pak Kades silakan berkoordinasi dengan perangkat kami. Insya Allah segala upaya kami lakukan, untuk warga kami,” imbuhnya. (sidik)




















