SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap perkembangan modus peredaran narkotika yang kini tidak hanya berbentuk padat, tetapi juga dalam bentuk cair dan berpotensi disamarkan melalui perangkat vape.
Peringatan itu disampaikan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Irjen Pol Aldrin M.P. Hutabarat, saat menghadiri kegiatan Kirab Merah Putih yang digelar Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M), di Alun-alun Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Sabtu (22/8/2026).
Menurut Aldrin, kegiatan kirab tidak seharusnya berhenti sebagai seremoni. Para pelajar yang terlibat diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan menyebarkan edukasi mengenai bahaya narkotika kepada lingkungan pertemanan mereka.
“BNN sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sangat positif. Tetapi kegiatan ini tidak hanya sampai di sini, tidak hanya sekadar membuat Kirab Merah Putih,” ujar Aldrin dalam keterangan yang diterima, Minggu (23/8).
Ia menilai pendekatan edukasi melalui teman sebaya menjadi penting karena pelajar memiliki lingkungan pergaulan yang luas dan dapat menjadi pihak pertama yang menyampaikan informasi mengenai bahaya narkotika kepada teman-temannya.
“Adik-adik ini sebagai agen perubahan, khususnya masalah narkotika, untuk mencegah. Tujuannya memberikan edukasi, literasi, peer to peer, teman sebaya kepada kawan-kawannya yang pelajar untuk menjauhi narkotika,” sebutnya.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Sabtu 5 September 2026, Cek di Sini Jadwalnya
Aldrin kemudian menyoroti perubahan pola peredaran narkotika. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengenal narkotika dalam bentuk padat seperti ganja dan sabu, kini BNN menemukan adanya narkotika dalam bentuk cair.
Ia menyebut sejumlah pengungkapan yang dilakukan aparat menunjukkan adanya peredaran narkotika cair dalam jumlah besar. Salah satunya pengungkapan sekitar 3,37 ton ganja asal Thailand di wilayah Gresik.
Selain itu, BNN juga mengungkap sekitar 1,3 ton ketamin di wilayah perairan Kepulauan Riau serta 2,6 ton sabu cair atau metamfetamin cair.
Menurut Aldrin, narkotika cair tersebut berpotensi dimasukkan ke dalam cartridge atau pod vape untuk kemudian digunakan melalui perangkat yang secara kasat mata merupakan produk vape biasa.
“Belakangan ini kita ungkap 2,6 ton sabu cair atau metamfetamin cair. Narkotika cair semuanya, yang ujungnya nanti akan dimasukkan dalam cartridge vape,” ungkapnya.
Ia memberikan gambaran mengenai besarnya potensi penyalahgunaan apabila narkotika cair tersebut benar-benar beredar di masyarakat. Dengan asumsi satu cartridge berisi sekitar dua mililiter cairan, jumlah tersebut dapat menghasilkan jutaan cartridge yang mengandung zat narkotika.
“Kalau itu beredar ke masyarakat, berarti ada minimal 1,3 juta pengguna vape yang isinya kandungan narkotika. Saya menegaskan, yang isinya kandungan narkotika,” katanya.
Aldrin juga mengingatkan bahwa modus serupa dapat dilakukan terhadap ganja. Tanaman ganja yang semula berbentuk bunga atau buds dapat diekstrak menjadi bentuk cair sehingga lebih mudah disamarkan dan digunakan melalui perangkat vape.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Jumat 4 September 2026, Cek Lokasi, Syarat dan Biayanya
Sementara itu, terkait ketamin, Aldrin menyebut zat tersebut belum termasuk narkotika. Namun, ia tetap mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan zat tersebut melalui vape. Dia menilai vape dapat menjadi salah satu media yang dimanfaatkan sindikat untuk menyamarkan narkotika karena perangkatnya legal dan banyak digunakan masyarakat.
Karena itu, Aldrin meminta para pelajar tidak hanya memahami bahaya narkotika dalam bentuk konvensional, tetapi juga mengenali modus baru penyalahgunaan narkotika. Di sisi lain, ia juga menyinggung risiko penggunaan vape yang mengandung nikotin. Menurutnya, cairan vape umumnya mengandung sejumlah bahan, antara lain nikotin, gliserin nabati, propilen glikol dan perisa.
“Pintu masuknya bandar-bandar sindikat narkotika, pintu masuknya ke penyalahgunan narkotika melalui vape,” katanya.
Kehadiran beragam rasa, seperti buah-buahan atau permen, menurut Aldrin dapat membuat penggunaan vape terlihat lebih menarik dan berpotensi menyamarkan keberadaannya di lingkungan sosial.
“karena ada perasanya, ada bau wangi-wangian, seperti strawberry, apa, permen, buah-buahan, itu kamoplasanya, nah kalau yang tadi namanya, glicerin abadi, kalau dipanaskan, itu sebagai pemicu kanker, paru-paru, nah nikotin, nah nikotin itu, dia masuk ke paru-paru, dan menembus ke otak, melalui darah, di otak, nikotin itu mengikat reseptornya,” ungkapnya.
Dengan perkembangan modus tersebut, Aldrin menilai upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keterlibatan masyarakat, terutama pelajar, diperlukan untuk mempersempit ruang peredaran narkotika sejak dari lingkungan pergaulan.
Kirab Merah Putih yang diikuti para pelajar pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan tersebut. Selain menumbuhkan semangat kebangsaan, kegiatan itu diarahkan menjadi sarana bagi pelajar untuk saling mengingatkan mengenai bahaya narkotika. (eko)
























