SATELITNEWS.ID, SERANG–Asisten Daerah (Asda II) Setda Kabupaten Serang Adjat Gunawan, memperkirakan pada Hari Raya Idul Adha, warga yang berkurban diperkirakan tidak begitu banyak seperti tahun lalu. Hal itu dikarenakan, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada finansial semua lapisan masyarakat.
Adjat mengatakan, seperti biasanya menjelang hari raya Idul Adha, pihaknya selalu mengimbau kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Serang, untuk berkurban. Namun untuk saat ini ia mengaku, sulit memprediksi kemampuan masyarakat, baik di kalangan umum ataupun ASN. “Kita tetap mengimbau seperti tahun kemarin,” kata Adjat, Rabu (22/7).
Menurutnya, pada tahun sebelumnya banyak dari kalangan ASN, BUMD seperti BPR dan PDAM, serta dari BLUD Rumah Sakit, yang turut berkurban. Bahkan bisa dikatakan, partisipasi berkurban sangat tinggi.
Sedangkan untuk tahun ini, ia memperkirakan partisipasi yang berkurban kemungkinan akan terjadi penurunan. Ia pun tentunya sangat memaklumi, jika memang terjadi penurunan. “Kalau melihat sekarang, agak menurun partisipasinya. Karena kondisi pandemi, secara langsung berdampak pada finansial baik di masyarakat, PNS maupun semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sementara, Kasubag Bina Keagamaan Kesra Setda Kabupaten Serang, Eeng Kosasih mengatakan, untuk kurban pihaknya sudah melayangkan Surat Edaran (SE) sekitar dua minggu lalu pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam imbauan itu, disampaikan apabila mampu silakan melakukan kurban. “Karena di Kesra, adalah panitia kurban. Kemudian kita masih menunggu data yang masuk tiap OPD,” ujarnya.
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
Ditambahkannya, sampai saat ini dari total OPD yang ada, baru sekitar 30 persen yang sudah memberikan laporan data ke Kesra. “Karena sebetulnya, kurban itu tidak menerima hewan tapi datanya. Data itu di distribusikan ke mustahik, atau orang membutuhkan. Dari OPD setelah data masuk, kita kasih tahu bahwa hewan kurban akan dikirim ke yayasan atau ponpes mana,” tuturnya.
Kebanyakan yang berkurban, kata dia sifatnya pribadi ada yang kambing juga sapi. Setiap yang kurban, nama namanya di catat. “Kebanyakan sapi, mudah-mudahan ini yang sedekah kurban banyak. Karena masyarakat sedang membutuhkan juga, ditengah kondisi pandemic Covid-19 ini,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























