SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Harga cabai di Pasar Tradisional Tigaraksa, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Harga cabai rawit merah yang sebelumnya Rp60 ribu per kilogram kini mencapai Rp85 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut diduga pedagang berkaitan dengan kondisi cuaca dan kemarau ekstrem yang berdampak terhadap pertumbuhan tanaman serta pasokan cabai. Kondisi itu pun mulai dikeluhkan pedagang dan pembeli di pasar, Senin (28/9/2026).
Soleh (46), salah seorang pedagang sayur di Pasar Tradisional Tigaraksa, mengatakan kenaikan harga terjadi pada berbagai jenis cabai. Menurut dia, kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar dua pekan dan hingga kini harga belum kembali normal.
Beberapa jenis cabai mengalami kenaikan cukup signifikan. Cabai rawit merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp85 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting yang sebelumnya Rp40 ribu per kilogram kini mencapai Rp60 ribu per kilogram.
“Kenaikan sudah terjadi beberapa minggu lalu dan itu drastis banget kenaikan harga dari pasar induknya,” kata Soleh kepada Satelit News, Senin (28/9/2026).
Soleh menduga kenaikan harga cabai dipicu faktor cuaca dan kemarau ekstrem yang disebutnya berkaitan dengan El Niño Godzilla. Kondisi tersebut, kata dia, mengganggu pertumbuhan tanaman dan menghambat pasokan.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Tak Beri Bantuan Pendampingan Hukum Kasatpol PP
Bahkan, sejumlah petani di wilayah Jawa Barat yang menjadi salah satu pemasok cabai disebut mengalami gagal panen.
“Ya karena ini kan kemarau, kayaknya musim tanam juga susah juga. Kadang tanamannya juga banyak yang mati, di petani Jawa Barat saja ada yang mengalami gagal panen,” ungkapnya.
Lonjakan harga tersebut juga berimbas pada daya beli konsumen. Menurut Soleh, ketika harga cabai tinggi, pembeli cenderung mengurangi jumlah belanja. Kondisi itu turut membuat kiosnya lebih sepi dan menyebabkan omzet usaha turun hingga 30 persen.
“Permintaannya kalau lagi mahal itu turun. Ya orang tuh biasa yang belinya sekilo, sekarang kuatnya paling belinya seperempat, setengah kilo, enggak kuat beli banyak. Kalau tinggi-tinggi harganya nggak kuat,” ujar Soleh.
Soleh berharap pemerintah dapat melakukan intervensi agar harga komoditas cabai kembali stabil dan tidak semakin membebani masyarakat.
Keluhan serupa juga disampaikan warga. Tanti Hartanti (37) mengaku harus membatasi jumlah cabai yang dibelinya karena kenaikan harga tersebut.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Guru Ngaji Dinilai Sebagai Pilar Pendidikan Karakter
“Kalau bisa mah dikurangin harganya karena kebutuhan juga banyak, belum buat anak-anak, belum buat yang lain,” ucapnya. (alfian/aditya)



















