SATELITNEWS.COM, LEBAK–-Warga Kampung Lebak Pinang, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, dibuat ketar-ketir oleh kemunculan king kobra berbobot sekitar 10 kilogram.
Ular sepanjang 4-5 meter itu muncul di belakang rumah warga pada malam hari, membuat warga tak berani mendekat hingga petugas Damkar harus turun tangan melakukan evakuasi yang berlangsung menegangkan.
Anggota Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak, Atma Wijaya mengatakan, proses evakuasi cukup dramatis sebab ular berbisa tersebut sangat agresi sehingga dirinya bersama petugas lainnya harus hati-hati.
“Proses evakuasi berjalan cukup dramatis. Kurang lebih 2 jam akhirnya ular King Kobra dengan panjang 4-5 meter dengan bobot 10 Kilogram berhasil kami jinakan bersama warga,” kata Atma kepada Satelitnews.com, Rabu (28/10/2026).
Atma menjelaskan, keberadaan ular tersebut pertama kali diketahui warga pada Selasa (27/10/2026) sore. Saat itu, ular terlihat di kawasan hutan sekitar kampung. Warga sempat mengira ular tersebut akan kembali masuk ke habitatnya. Namun, menjelang Magrib, kekhawatiran justru berubah menjadi kepanikan. King kobra kembali terlihat, tetapi kali ini sudah berada di belakang rumah warga.
“Menjelang Magrib ular kembali terlihat, tetapi sudah berada di belakang rumah warga. Karena tidak ada yang berani menangkap, akhirnya warga menghubungi Damkar,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Terkecoh Hujan Sore, Musim Penghujan Lebak Diprediksi Mundur
Keberadaan ular berbisa berukuran jumbo itu membuat warga memilih menjaga jarak. Tak seorang pun berani mengambil risiko mendekat. Bahkan, ada warga yang sempat membawa senapan angin untuk menghadapi ular tersebut.
Namun, senapan angin itu tak kunjung digunakan. Warga tetap mengurungkan niat menembak karena khawatir ular justru menyerang dan situasi menjadi semakin berbahaya.
“Memang ada warga yang membawa senapan angin, tetapi tetap tidak berani menembaknya,” ungkap Atma.
Warga akhirnya meminta bantuan petugas Damkar WMK Cipanas. Laporan diterima sekitar pukul 20.35 WIB. Petugas yang mendapat informasi tersebut langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Setibanya di lokasi, petugas langsung bersiap menghadapi ular tersebut. Proses evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan karena king kobra dalam kondisi agresif. Petugas menggunakan peralatan yang telah disiapkan untuk mengendalikan pergerakan ular.
“Proses evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati karena ularnya cukup agresif,” kata Atma.
Baca Juga: Dua Mobil Jadi Sasaran Pencurian Ban di Parkiran Stasiun Rawa Buntu Serpong
Ketegangan pun terjadi selama proses penangkapan. Petugas harus memperhitungkan setiap gerakan ular, sementara warga membantu dari sekitar lokasi. Dengan pengalaman dan peralatan yang digunakan, petugas akhirnya berhasil mengamankan king kobra tersebut.
Atma mengatakan, ular yang berhasil dievakuasi diperkirakan memiliki panjang 4-5 meter dengan berat sekitar 10 kilogram. Ukuran tubuh yang besar tersebut membuat warga semakin khawatir ketika ular berada di sekitar rumah.
Proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 22.25 WIB. Setelah berhasil diamankan, ular tersebut tidak dimusnahkan. Petugas akan melepasliarkannya ke kawasan hutan yang jauh dari permukiman warga.
“Untuk selanjutnya ular tersebut akan dilepas di hutan yang jauh dari permukiman warga atau dikembalikan ke habitatnya,” kata Atma.
Ia mengimbau masyarakat tidak mencoba menangkap sendiri ular berbisa, terutama yang berukuran besar dan agresif. Warga diminta segera menghubungi petugas apabila menemukan ular berbahaya di sekitar permukiman.
“Kalau menemukan ular seperti ini, jangan mengambil risiko untuk menangkap sendiri. Lebih baik segera hubungi petugas supaya bisa ditangani dengan aman,” pungkasnya. (mulyana)

















